Kamis, 25 Juni 2026

Pazzle Waktu 19 “Bubur kacang hijau Spesial untuk Istri"

Tetesan embun di ujung bumbung pelan jatuh konstan diatas ubin pelataran halaman, lalu mengalir menyusuri tepian pagar, suara cit-cit cuit burung girang menyambut pagi kontras masih menyisakan gelapnya malam. Dinginnya udara subuh seakan saya begitu engan membuka lembaran daun pintu, suhu subuh ini barangkali dipastikan 14ºC kebawah, tinggal diwilayah 1300 MDPL merupakan hal biasa sedingin ini. Hunian kami menghadap kesudut cakrawala ufuk Timur, disana terarsir siluet orange seakan memberi tanda bermulainya hari ini, hari baru, tenaga baru, dan yang pasti opportunity baru.

Hari ini adalah hari minggu, udara dingin pagi nyilu menusuk tulang, sholat subuh selesai biasanya kita kembali menarik selimut menetralkan sisa air wudhu selalu bikin kaku. Hari minggu adalah hari spesial buat saya istri dan anak-anak. Senin- sabtu berjibaku subuh, beres-beres, berangkat sekolah anak-anak sekalian saya antar sebelum berngkat kekantor. Aktivitas berulang melelahkan bagi anak-anak agar tetap belajar disekolah seperti biasanya. Jadi hari minggu adalah hari yang ditunggu-tunggu anak-anak, agar dapat sedikit lebih santai, bangun sedikit lebih siang. yes!

Progres diawal pagi seperti biasa beresin area ruangan lanjut sisa mainan para bocah, satt!! sett.!!bak seperti “Hayabusa” sang Assassin, saya lanjut meluncur ke pasar pagi terdekat, berburu bahan-bahan: kacang hijau, santan kelapa, ubi jalar dan beberapa  bahan pencampur lainnya. Sampai dirumah langsung Kacang hijau direbus hingga mengembang, cemplungin sepotong jahe, lalu santan aduk perlahan, garam secukupnya aduk hingga mendidih, menyusul takaran gula, vanile secukupnya dan potongan dadu ubi jalar merah. Dan terkahir tak lupa dua helai daun pandan, sip!.

Ada sebuah fakta bahwa Istri saya begitu suka dengan bubur kacang hujau buatan saya ini, tapi menu ini saya masak di hari-hari tertentu saja. Menu ini sekilas terkesan begitu sederhana tapi spesial tastenya manis bak bintang lima bagi kami. Istri saya perlahan terbangun dan hidangan ini sudah saya suguhkan di atas meja makan, kenikmatan hidangan hangat dihari minggu bersama istri tersayang. hanya kami yang dapat merasakan nikmatnya, manisnya bubur kacang hijau spesial.

Kadang apa yang saya buat istri begitu suka lalu bikin nagih minta buatkan lagi, walau saya hanya bermodalkan filling tambah rekomendasi tutorial dalam hal memasak. Satu hal lagi yang barangkali ini berlaku pada banyak para Pria dimungka bumi;

 

“kalo udah didapur yang dimasak sedikit, tapiiii…. perlengkapan masak di whastafel numpuknya segaban”.. hehe. Mohon maaf ssstttt….! :D

     

“Waktu yang bernilai memberikan kita pengalaman lalu menciptakan ide serta dampak yang berarti”

 

Oleh: Farie

 



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar