Tampilkan postingan dengan label sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sahabat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 April 2015

JEJAK LANGKAH Episode 8 : kami disini di Nol Kilometer Yogyakarta

Penghujung magrib. Setelah bertanya sana sini, kami tak kunjung jua mendapatkan harga yang pas dengan kantong kami. wajar saja di kota wisata ini wisma mahal-mahal, dan tidak bisa menampung kami yang berombongan. Setelah bolak balik bertanya kebeberapa orang dipinggir jalan, akhirnya kami dapati sebuah wisma murah berkat bantua seorang bapak-bapak di trotoar jalan. kebetulan juga tak jauh dari alun-alun, Dua buah kamar murah, sederhana, terang, ya mirip kos-kosan, tapi besih. itu sudah lebih dari cukup.

Setelah menunaikan sholat Isa dan Magrib dijama’. Sekitar jam delapan malam perut kami sudah terasa begitu  lapar, mencari makan adalah prioritas utama saat ini.
kembali melintasi alun-alun jogja, kemudian Kraton yang kini masih diramaikan kerumunan orang-orang yang ikut serta dalam acara dan ada sebagian hanya sekedar melihat-lihat acara tahunan kraton tersebut, ternyata masih terus berlanjut acara arak-arakan yang tadi sore kami saksikan di sepanjang jalan Malioboro. 

Kota tua ini dimalam hari masih jelas hiruk pikuk aktifitasnya. terutama disini di perempatan ini, di ujung selatan Malioboro menuju Kraton Yogyakarta.
Di nol Kilometer kota Yogyakarta sisi jalanya lapang sekali. banyak dikunjungi oleh orang-orang dari berbagai daerah walau hanya sekedar nongkrong bersantai ria dan menikmati aktifitas manusia disisi jalan. Lokasi nol kilometer ini sungguh ramainya hingga larut malam, umumnya anak-anak muda kadang begitu asik menampilkan kemahirannya dalam pementasan seni musik.
Setelah makan dipinggir jalan malioboro, kami bersantai menikmati malam di trotoar lebar ini. suasana  perempatan masih begitu ramai oleh orang-orang. 

Titik nol kilometer kota Yogyakarta dikelilingi oleh bangunan-bangunan tua bersejarah. Bangunan yang penting dalam kemajuan kota Jogja sebagai kota wisata, dantaranya adalah Benteng Vredeburg, gedung kantor Pos Indonesia, gedung bank BNI 46, gedung agung atau istana kepresidenan. itu semua adalah bukti sejarah masa lalu kota ini dari penjajahan belanda. Tentu saja menjai daya tarik bagi para pengunjung di kota ini. 

Design bangunan-bagunannya masih sangat kental ala-ala Belanda. Bangunan tersebut sengaja tidak dirombak bentuknya dari dulu hingga  sekarang, masih dijaga keunikan arsitekturnya. Lampu-lampu bangunan dimalam hari menambah cantik bangunan-bangunan itu, sedap dipandang. ia seakan bercerita tentang masa lalu yang kelam, masa penjajahan yang terlalu perih bila diingat. Di perempatan ini banyak kegiatan-kegitan anak muda kreatif yang bisa kamu saksikan, jika beruntung kamu bisa menyaksikan pagelaran musik-musik Tradisional, Pop maupun Jazz. bersama berbagai macam alat musik yang bikin kamu berhenti sejenak dan menikmatinya perlahan-lahan. biasanya dimainkan oleh para pelajar atau mahasiswa seni, bahkan dari beberapa komunitas seni di Jogja.

Bersama segelas kopi kami menikmati suasana malam didepan bangunan-bangunan tua ini, di kota yang terkenal dengan sebutan kota buku ini, kota kraton yang terlalu sering saya saksikan ditipi-tipi Nasional dulu. Bersama penjaja termos panas dan kopi susunya kami ulur-ulur waktu untuk balik kepenginapan, dan tetap bertahan di diluar ini menikmati alam yang rasanya masih senja,  padahal sudah begitu larut malam. entah kapan kami kembali kekota kraton ini.

****
Sabait kata di penghujung malam, apakah itu?? yaitu  “Menjaga”. Menjaga adalah sebuah betuk usaha untuk memepertahankan diri, memepertahankan apa-apa yang diangab istimewa, melestarikan efek positif dan menebarkan bak bunga-bunga kebaikan pada orang disekitar. Begitulah kota ini, kota seni budaya yang masih dijaga hingga saat ini. menjaga semua ini adalah perjuangan nan penuh kegetiran dan lelah nan panjang, hanya satu tujuan utama agar tak tergerus oleh jaman yang dapat mengikis keunikannya, supaya tak dipandang sebelah mata dan rendah oleh orang-orang.

Cinta, maafkan tafsir lisan ini yang kadang tak pandai mengutarakanya. Cinta yang baik itu adalah cinta yang menjaga, cinta yang menjaga keutuhannya sebagaimana kodratnya ia semula ada. Cinta sejati adalah rasa yang yang terarah, rasa yang hanya mau berlabuh pada hati yng mau tunduk pada sang Maha Cinta dan ia setia. bak sepotong kata penyair kemerdekaan dulu perda berkata “mempertahankan kemerdekaan jauh lebih sulit dari pada merebut kemerdekaan itu sendiri”. Begitu halnya cinta, menjaga keistimewaan yang kamu miliki jauh lebih sulit ditengah rayuan dunia. 

Cinta....
Jagalah rasa mu hingga waktu pas menghampirimu, jagalah keistimewaan itu seperti halnya budaya tradisionalan negeri Yogya yang tak tergerus oleh jaman. Tetaplah menjaga keutuhannya agar tak pudar karena rayuan dunia, tapi kau punya pilihan untuk melestarikanya hingga bunga-bunga itu tetap mekar sebagaiman kodrat cinta itu diciptakan. Hingga seseorang yang juga menjaga rasa cintanya jua datang menjemputmu, seseorang yang tak terukur oleh harta dan tahta. Tapi hanya menerima mu apa adanya.  

****
Pagi adalah titik awal bagi jiwa yang perlahan bangkit dan mencari sepotong rindu, sabait pesan, dan seutas faedah buat orang lain. Disini, di bagian jejak langkah pagi ini  rasanya mentari lebih cepat meninggi kemudian terang dibandingkan di negeri Solok selatan nan jauh disana, negeri yang dingin. kadang saya suka membanding-bandingkan keduanya. 
Di bawah bangunan tua itu kami perlahan membelah gang-gang sempit menuju jalan utama kota ini. pagi yang begitu cerah, Jam tujuh pagi kami sudah kembali melanjutkan perjalanan. bertolak dari sini dari nol kilometer yogyakrta menuju pasar tradisional dipinggir jalan malioboro. Sebagai rencana sore ini kami akan pulang ke Sidoarjo. 
Sebab besok kami harus kembali belajar seperti biasa. Diantara bangunan tua dan area santai nan begitu bersih, dipagi ini kita akan semakin bisa mengamati secara seksama tentang bangunan-bangunan tua itu, satu lagi diseberang kantor Pos Indonesia juga terdapat Monumen seragam umum 1 Maret 1949 bangunan bersejarah ini menjadi bukti perjuangan rakyat Yogyakarta melawan penjajahan Belanda.     

Tak terasa setelah puas mengitari pasar sepanjang jalan ini. Berkat bantuan seorang teman dari edo (salah satu dari kami) Ticket kereta Jogja-Surabaya akhirnya kami peroleh seharga lima puluh lima ribu persatu tiketnya, kira-kira lama jarak tempuh kereta lima sampai enam jam, jam keberangkatan jam 18.00 wib. Menimati jajanan kecil dipinggir jalan, menikmati suasana sore hari kami puaskan. Setelah Asyar sebelum kami menuju stasiun kereta, sebelum berangkat kami semua sempatkan untuk menuju tugu Jogja. Tidak afdhol rasanya kalau tidak nginjakan kaki di pelatran tugu ini, sebagai tanda jejak itu pernah menyentuh ini.
****
Malam mulai menyelimuti jagat nankelam, memberi kode pada para pembanting tulang untuk pulang. Terlihat silih berganti orang-orang tengah keruman diarea stasiun, mengeja berbagai jenis manusia dari garbong kegerbong. Petugas nampak teliti dalam memerikasa tiket dan kartu tanda pengenal setiap calon penumpang, semua berjalan dengan baik. menginjakkan kota ini dibawah rembulan yang kelam dan kembali mengangkat kaki ini juga tepat ditengah malam. 
Datang malam, pergi pun malam, semua terasa berarti disaat kau  pertemukan dengan daerah yang baru ditengah malam, karena pagi akan selalu menunjukkan pesona khas negerinya. Berada dalam kelompok yang senasip sepersejalanan, Inilah salah satu cara untuk mengikis rasa apatis, rasa ego yang brangkali terselip selama ini dihati. bersama kereta kelas ekonomi kami menembus dinginya malam, melintasi hamparan sawah-sawah rumah penduduk diatas rel dan bersama ular besi ini.

.....
Bersambung


Farieco Paldona Putra 


klik gambar untuk memaksimalkan tampilan gambar
 lampu-lapu tua ditengah keramaian di nol kilometer nampak gedung Pos Indonesia

 Gedung tua Pos Indonesia
 Monumen seragam umum 1949
 senja menyinsing saat mencari wisma
 perempatan nol kilometer Kota Jogja
 gedung BNI 46 ,yang cantik dibungkus lampu-lampunya dimalam hari
 pagi menyapa trotoar yang lapang
 pagi yang cerah, gedung bank terlihat dipagi hari
 terangnya kota jogja
 para pedagang di tepi trotoar berjaja rapi

 santai sejenak
 lelah kaki melangkah ,
kami Tugu Jogja

 sampai di stasiun Surabaya, tengah malam
 

Rabu, 25 Maret 2015

JEJAK LANGKAH Episode 6 : PERAMBANAN MENYAPA MU

Sumba, Daniel, Ferdy, Edo, Rian, Raju, Herdi dan saya. mereka adalah makluk-makluk yang ditakdirkan untuk bersatu, semenjak Negara Api menyerang  kami tinggal disatu padepokan (rumah kontrakan.. :D). Kami hidup dalam keharmonisan, walau hanya bernaung di sebuah gubuk tua dan reot selama satu bulan lamanya. (Njirrr…segitunya wkwkwkw...:D).
Sore-sore adalah jam-jam "Ide sedunia". akhir minggu adalah hari yang pas untuk berkeliling-keliling, hari berkunjung, hari untuk "Gebolang " merasakan seberapa menariknya dunia diluar sana. 
Setelah menghabiskan waktu untuk bernegosiasi bejam-jam dikelas, berpiring-piring nasi dikedai makan, berpuluh cemilan di kontrakan. Akhirnya ide cimerlang itu muncul juga kepermukaan kepala kami yang masih krisis akan rambut itu. Oke, saya, Sumba, Daniel, Ferdy, Edo, Rian, Raju, Herdi, semuanya sepakat akhir minggu ini siap untuk mengerayangi kota Yogyakarta (Jogja). kota yang asik untuk ngejajan dipinggir jalan, kota seni dan budaya yang selalu menjadi pilihan utama bagi pejalan Nusantara.

Setelah kelas belajar usai, kami se satu rumah seperti biasa pulang "bergerombolan" bak pasukan "Genji Perfect Seiha" di film "Crows Zero" hehehe..
Rencana yang sudah dibuat harus dilanjutkan, salah satu yang mensponsori (a.s.i.k ^-^ ) dalam rencana perjanan yang belum pernah dicoba ini adalah Zul. Zul adalah manusia kurus tinggi yang tingal hanya beberapa meter saja dari kontrakan kami. ia punya teman di Jogja, teman yang bakal ngemandu kami untuk ncari tempat tinggal disana. Jam tiga sore kami berangkat dari depan kontrakan menggunakan sebuah oplet menuju terminal Sidoarjo.

Angkot mengantar kami hingga terminal, tahap ini cukup bayar "lima ribu rupiah" saja per orang. Tampa menunggu lama-lama bus bertuliskan Jogyakarta dibagian kaca depannya pun menyapa kami. kernek yang cekatan bersorak parau ditengah keramaian, 
“jogja mas…”? kami Sembilan orang berduyun-duyun mengikuti arah bus yang mulai melambat. bus cukup menampung kami hingga tampa harus berdiri. Bersama bus besar antar kota dalam propinsi ini, jam empat sore kami bertolak dari Sidoarjo menuju kota Jogyakarta, kota yang berjulukan kota kraton itu membuat saya penaran berat. Kami semua belum pernah kekota ini, kota yang terlalu sering saya tongkrongin di tipi-tipi h e h e….

Sebagai tips agar aman dari berbagai kejahatan selama dalam dalam bus ini dia: 
pertama pliiiiissss…. Bro “jangan taro dompet di ketiak,” pliss gue mohon…. jangaaaan…"!! (melong-long), Jangan coba-coba menirukan kebiasaan ibu-ibu beli cabe dan kentang di pasar” -_- .wkwkwkw....

Kedua jangan guling-guling dilantai lesehan bus agar perhatian semua orang teruju pada mu kemudian, berharap para penumpang bersorak kamu…. “  KAMU… LUARBIASAAAA….!! Hahaha
“ tapi, bersikaplah sewajarnya saja. Trakhir jangan terlalu super kepo pada orang baru disebelah kamu, Dingamparrrr… itu ngak enak lho.. hehe.  sekian tips singkat dari saya.. :D

Dari keterangan seseorang yang duduk disebelah saya, menuju kota jogja kita butuh jarak tempuh "tujuh" sampai "delapan" jam perjalanan. Selama perjalanan kita akan melewati kota-kota yang cukup ternama di Jawa timur.

****
Senja mulai menguasai Alam. menenggelamkan matahari secara perlahan-lahan dikaki langit, bersisakan rona merah bercampur abu-abu yang mulai kelam. sisa –sisa cahaya dari ufuk barat itu masih menyisakan segurat cahaya  kuning redup menyirami sisi-sisi kaca bus ini. kaca yang sedari tadi saya intipi untuk memandang hamparan sawah diluar sana, ia bersisi-sisian bersama jalur rel yang berkelok-kelok mengikuti jalan bus ini. Piring-piring pesawahan menyisakan kekuningan batang-batang padi sehabis panen raya. sawah berdampingan secara harmonis bersama sederhana rerumahan penduduk, mengingatkan saya akan Negeri seribu gonjong, sumatera barat. Rinduku padamu. 

****
Jam digital hanphone saya sudah menunjukkan waktu untuk bermunajat kepada sang Maha Cinta, saatnya bertayamum dan sholat dalam posisi duduk. Siang berganti malam, dan kerinduan itu kembali menerawang di ruas-ruas otak ini dan ruang-ruang bus ini. pegamen silih berganti mendendangakan lagu yang makin-lama semakin tak jelas bahasa sunda atau jawanya itu. logat yang sulit saya gambarkan. Beberapa kali bus berhenti dipertigaan dan beberapa kali masuk keterminal-terminal, disaat itulah ibu-ibu, bapak-bapak, kakek-kakek, nenek-nenek berkeliaran dari pintu depan sepanjang mobil hingga pintu belakang. semuanya pedagang asongan, menjajakan barang dagangannya masing-masing, mulai mengeluarkan potongan demi potongan makanan dan minuman dari keranjang dan mulai menawarkanya . 

Ada juga beberapa pedagang menggunakan cara-cara yang kreatif sekaligus “jahat binggittts” kesemua penumpang. pertama-tama tampa aba-aba… kue-kue dikeranjangnya dibagikan rata keseluruh penumpang satu persatu. Dengan tampang polos kami-kami mengamini, memegangnya. beberapa teman-teman tampak clingak-clingukan satu sama lain “maksutnya ini tuh apa??”. .”Mau di apakan ini kue..”?. saya tau saat-saat seperti ini mereka sudah begitu lapar. Kasihan. pertanyaan-pertanyaan itu masih saja tetap timbul ditengah-tengah hematnya kami dalam beberapa minggu belakang. apakah ini jatah para penumpang dari armada bus ini??. mungkinkah ini gratis..??. 
Dengan ekspresi kaku melonggo polos masih memegang sebuah kue yang cukup menggiurkan itu. selang beberapa menit tak lama kemudian bapak tukang asongan kue tadi kembali beraksi, tampa merasa berdosa kembali ngutip kue-kue tersebut dari tangan-tangan penumpang satuper satu. 
Termasuk kami yang masih megang kue yang barangkali sudah ditetesi ilerrr.. kami itu -_-. Jadi dari tadi bapak ini nunggu reaksi para penumpang apakah mau buka bungkusnya atau malah tidak diapa-apain? jika buka bungkus berarti beli dan bayar. 
Setelah bapak itu berlalu kamipun cekikikan tak tertahan.

Diperjalanan jam delapan malam bus berhenti di sebuah kedai makan, kedai yang tampak sederhana tapi remenya kebangetan. Dengan persedian uang saku yang Tak seberapa kami pun beli beberapa makanan dikedai tersebut.

Oya sebagai informasi jika teman-teman berangkat dari Sidoarjo maka teman-teman akan melewati beberapa kota sebelum sampai di kota Yogyakarta. Saya akan memberi petunjuk sederhana, ini rute yang bakal teman-teman lalui. 

Sidoarjo--> Mojosari --> Mojokerto--> Diwek--> Baron--> kota nganjuk--> Wilangan--> Mejayan--> Madiun Kota--> kota Magetan--> Sukoharjo--> Kalasan--> Yogyakarta.

Perjalanan yang perlu melewati banyak kota dan daerah, wajar saja lama perjalanan tujuh sampai delapan jam. Biaya bus dari Sidoarjoà Jogja, / orangnya "lima puluh lima ribu".
 
Malam menguasai bumi, mengusai semua yang tadi sore saya lihat indahnya padi-padi yang menguning terhampar luas hingga sejauh mata memandang. Sesekali hingga kekaki pebukitan yang entah bukit apa namanya. Lampu-lampu jalanan ikut membantu laju bus istimewa ini, bus yang mebawa kami ke kota istimewa. kota seniman bagi anak-anak kreatif dinegeri ini. ah… dulu hanya sebatas angan-angan untuk bisa mengunjungi kota ini. Alhamdulillah, walaupun injakan kaki ini belum sampai.

****
Jam sebelas malam kami usdah sampai hingga di pertigaan Janti. Hari sudah larut, kami diturunkan disini di pertigaan dibawah jalan layang, jalanan masih disibukan oleh kendaraan berlalu lalang. Masih ramai,  disini kami menunggu seorang teman dari teman kami Zul. 
Ditepi jalan raya, disamping mini market, disebelah pangkalan ojek. disanalah kami pertamakali menginjakkan kaki di tanah Yogyakarta, Hehe. walau tak ubahnya bak anak kehilangan induk. Butuh puluhan menit menunggu kawan ini,  satu yang paling dibutuhkan saat ini yaitu tempat tidur, meluruskan kaki dan pinggang kepala. 
Berkat bantuan teman dari teman kami ini, meski ia harus berputar-putar dulu ke di berapa lajur jalan, akhirnya ia mendapati sebuah wisma yang cukup murah berjarak satu kilo meter dari pertigaan Janti ini. tampa perlu berbelas kasihan kami semua harus menyerbu kegai nasi buk dee.. seadanya seberang jalan guna menina bobokan cacing-cacing dalam perut kami yang sedari tadi menjerit-jerit. Sepotong daging ayam kecil, sepiring nasi, sayur dan sambel. Delapan ribu.waw murah.

Wisma Prambanan, awalnya kami ingin mencari mesjid atau mushollah di SPBU terdekat, tidur disana. Toh hanya nunggu pagi yang hanya tinggal beberapa jam saja lagi. Semuanya berubah karena alasan keamanan dari gangguan para zombie jalanan, kelelawar gang malam yang suka bikin rusuh kesiapa saja yang baru nginjakin kaki disini. wisma dengan kamar yang cukup lebar dua tempat tidur tambah lesehan yang cukup menampung kami semua tidur disini. Biaya semalam wisma ini tiga ratus lima puluh ribu
Artinya dengan jumlah segitu dibagi kami semua, cukup irit bukan? itulah keuntungan pergi bersama-sama. Jumlah baginya lebih geedee hehe. Bersama malam kami semua kembali menunaikan sholat yang sepat tertunda karena alasan perjalanan. Bersama malam kami juga kembali menyusun renacana ngebolang esok paginya.

Dari nama Wisma Prambanan cukup memeberi petunjuk nak kemana kaki kami melangkah ditahap pertama ini, betul… yaitu candi Prambanan. Dari wisma sekitar jam tujuh pagi kita sudah keluar untuk memulai menelusuri jalan sekalian mencari sarapan. kami kembali ke arah pertigaan dimana kami diturunkan dari bus tadi malam, tapi besebrangan jalan. Disana terdapat Halte bus trans Jogja. Bersama bus tersebutlah kita akan diantar ke arah posisi candi yang biasa disebut-sebut roro jonggrang tersebut.

Sekalai lagi saya menemukan bus trans kota yang cukup nyaman selain di kota pekanbaru. kalau kamu pernah naik bus ini, maka kamu akan melihat dibagian dalam terdapat dua orang petugas mengenakan seragam jawa dan topi yang dinamakan blangkon khas jawa. Bus yang kita tumpangi akan mengikuti jalur Adisucipto Air port, terlihat rame sekali turis-turis disisni, dan dari halte ke halte.
 
Saatnya kita sampai di halte dimana kita harus turun, disini banyak terdapat delman yang sudah siap melayani pengunjung yang hendak kemana. Bersama dua delman kita semua diantarkan menuju candi prambanan, dengan sedikit kebingungan berkeliling mencari gerbang tiket masuk. Digerbang masing-masing dikenai biaya sebesar tiga puluh ribu. setiap orang menggunakan sebuah ID card untuk bisa masuk keseluruh area candi.

Pertama-tama kita akan disambut oleh taman yang indah, rerumputan, pepohonan rindang seakan senyumnya merekah tertuju pada siapa saja yang datang berkunjung disini. kedua kita akan disapa santun oleh bangunan batu abu-abu coklat menjulang ke atas langit, sungguh mengesankan. Guratan mengisaratkan kematangan ditengah pergantian waktu dari masa-kemasa, dari periode ke periode. Kokohnya menunjukkan umur ribuan tahun. Makin kesini kesini, saat kamu melangkahkan kaki kepelataran ini …diantara candi yang menjulang. Seakan merasakan jutaan misteri tersimpan dibalik bangunan megah ini. ini menunjukkan betapa kreatifan manusia.
....
Bersambung

Farieco Paldona Putra 

klik gambar untuk melihat lebih maksimal 



 Wisma, Janti Jogja


 naik delman itimewa :D
 ibu-ibu bersepeda (difoto dar atas delman)
siap bayar, foto dulu pak dee.. hehe
menjulang, amazing Arcitekture
pintu masuk



mungkin masih kokoh hingga ribuan tahun lagi
didalam gelap sekali, ada bau-bau bunga dan sesajian
susuanan yang detail sekali


tak lekang oleh jaman


para pejalan kaki



jalur pulang

Minggu, 12 Oktober 2014

Manusia-manusia Konyol :D



Orang pernah bilang "teman yang konyol itu lebih mengasikkan dari pada teman yang gaul sekalipun" hehe .. bener juga tuh... :-D

Tulisan ini adalah sebuah catatan yang saya tulis 3 tahun yang lalu, dimana tulisan ini utuh saya copas dari catatan Facebook pribadi saya FariIkwah Backpacker 
karena tidak ingin terhapus dan hilang begitu saja, dan saya berharap agar tetap bisa dibaca nanti dan nanti, maka saya coba menyimpannya di Blog saya ini. tujuannya agar sahabat pembaca sekalian juga bisa membacanya nya  :)

INI LAH KITA 


Padang 30 Okt 2011 jam 10:39 Wib

Oleh: ecko farie (nama keren saya dulu)


Sahabat ku ….


barang kali kita semua pernah merasakan suatu keakraban yang luar biasa dengan orang lain dalam hidup kita, dan hal itu tidak mudah untuk dilupakan begitu saja dsepanjang perjalanan hidup kita. apakah itu tertuju ke satu orang, beberapa orang bahkan banyak orang. Keakraban tersebut tidak melirik dari satu sisi profesi seseorang saja tetapi dari semua sisi profesi apapun itu. Begitu juga orang2 yang terlibat didalamnya mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, bahkan kalangan tua-tua.


Baiklah sahabat pembaca, sekarang saya mencoba memperkenalkan serta berbagi hasil analisis tentang seputar kelompok -Genk- kami (ziieeee), dari hasil foting yang telah dilakukan, yang pesertanya melibatkan seluruh penduduk di seluruh dunia.

Hasilnya positif (+) mereka MENYETUJUI serta MENYATAKAN dan MENSYAHKAN akhirnya sepakat menamakanya dengan Genk ’ 4Che’K-ONE (bacanya: empat sekawan) mmm….kalau dilirik siapa makluk2 yang bernaung di genk ini adalah: mandan Hasan, mandan Hendry, mandan Adrian, dan yang terakhir saya sendiri … mandan eko hehe (pak eko juga boleh…hehehe)


Bulan September 2011 adalah bulan terakhir kami saling melakukan kegiatan bersama, maklum semenjak masing-masing kami telah berhasil meraih gelar Ahli Madia (A.Md) di bangku kuliah, BAHAGIA memang saling kami rasakan, karena telah menyelesaikan kewajiban dengan baik. Sungguh benar pepatah mengatakan yang intinya -seberapa pun yang kita raih tergantung usaha kita untuk melakukannya-, dan pengorbanan menjadi syarat mutlak untuk itu. Alhasil kami lulus dengan (yudisium sangat memuaskan….. Allhamdulillah……)


Kami mandan sedunia (Hasan, Hendri, dan saya sendiri) kebetulan tinggalnya Satu Komplek perumahan, satu RW, satu RT, satu rumah, dan bahkan satu kos hehe (bilang aja langsung 1 tempat tinggal… sekalian/ ribettt amatt!! ckck) dan yang atu lagi (Adrian), dia dan keluarganya sudah berdomisili tak jauh dari posko kami (kos an). jadi kami sering nongkrong depan rumahnye… sambil ngilangin stres dari tugas2 (maklum anak sekolahan hehe)


Ohya berikut ini gambaran dari hasil pengamatan saya terhadap makluk-makluk yang tersebutkan diatas :


Yang pertama: mandan Hendri


Pria ganteng yang berdomisili di Pasaman ini, memiliki kepribadian yang khas dan menarik untuk diketahui baik dari hal keluarga, kegemaran, kebiasaan dan tentunya sifat KESETIAKAWANAN nya.


anak sulung dari 2 bersaudara yang berjurusan Manajemen Industri ini, memiliki kesadaran yang tinggi dalam komitmennya untuk mengemban amanah dari orang tuannya, yaitu kuliah dengan benerr…. Yahh secara tidak langsung saya sendiri ter ingatkan untuk mencoba belajar dengan bener pula…hehehe. Dan kami sudah membuktikan itu… Zeeeeetttt…. hehe


Dengan adanya anak ini kehidupan kami dikos, jelas menjadi lebih bewarna , yah karena diantara berempat dia lah yang paling ahli memainkan gitar no 2 bro…(no 1 menurut saya Adrian :->haha) aku sering pusing lihat jari-jarinya bila memainkan gitarnya. wahh…wahh.. lirik lagu pun banyak yg dikuasai.


Mandan satu ne lebih suka ke lagu Ala malaysia hahaha… tapi selalu oke! Jika dia yang ngebawain. kebiasaannya, selain memainkan gitar, dia yang paling suka pudding setiap hari(segelas susu) samapai- sampai saya juga terbawa dengan kebiasaannya itu.. hoho.

Anak ini mudah diajak kema aja, ke pasar, refresing ke pantai, main pimpong, bahkan diajak main bola bareng sama anak2 di depan mesjit pun dia mau.. (masuk saya juga ckck) . sampai2 akhirnya di depan mesjid tsb di pasang spanduk besar (oleh pengurus msjid) yang bertuliskan DILARANG KERAS MAIN BOLA DI PEKARANGAN MESJID ha.ha.ha


Banyak hal menarik yang bisa saya dapatkan dasi sosok makluk yang satu ini yang pertama: kesetiakawanan, dia slalu melibatkan kita semua dalam hal apapun itu, baik dalam kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama. Kedua: solidaritasnya terhadap harapan kedu orang tuanya. Ketiga: walaupun mandan adrian sering bilang dia selalu “Style AB”(gaya Anak Bandung), tapi dia pada dasarnya begitu apa adanya (sederhana) looh.

Impian dia kedepan: bisa mengubah kehidupan keluarga menjadi lebih baik…(Luarr Biasaa).


kabar terakhir: baru-baru ini dia baru saja di panggil Wawancara kerja, mm.. Smoga ending dari usahamu berujung kesuksesan ndan (ku doa kan itu) SEMANGAT SELALU…


Yang kedua: Mandan Hasan


Yah….. benar -Hasan Basri- itulah nama lengkapnya, sekilas bila meng eja namanya cukup akrab di telinga ya… hehe (jangan bilang emmak nya nyontek nama pejabat…hehehe)

Baiklah….. sosok yang satu ini tak kalah menarik untuk di diketahui..


anaknya berkemauan keras, sederhana, jago program komputer dan terpopuler di dunia organisasi saat kampus, sakin populernya dia pernah menjabat sebagai Presiden Mahasiswa setu periode.zieee…(aku salut sama anak yang satu ini ..sueerr).


Mandan yang asli Sunda dan berdomisili di Provinsi Banten ini emang hobi sekali berorganisasi sudah beberapa kali dia ikut acara EX Campus salah satunya ke beberapa kampus di jawa dan sulawesi.


Kepribadian anak ini unik menurut saya. saya banyak belajar dari dia mulai seperti sikapnya keorang lain, kesederhanaan, kesetiakawanan, keberanian tuk mencoba, dan pantang menyerah. Alumni teknik kimia 08 ini dari penelitian saya(aham..aham wkwk), dia suka musik-musik tentang perjuangan, tentang ekspresi penentangan terhadap Para pejabat pemerintahan yang semena-mena terhadap rakyat, salah satunya dia ngefens BERAT sama IWAN FALS, SLANK dll.


Kebiasaannya di kosan, tentunya sering putar lagu2 kesukaanya ( ya Iwan Fals lah….).masak lagu keroncong hehe. Mandan yang satu ini juga hobi ikut demo, intinya adalah: Bagaimana suatu keadilan itu bisa diterapkan dalam kehidupan, itu lah harapan anak ini,(ku pun sering merasa bangga punya sahabat seperti dia).


Dia juga enak dia ajak kemana aja asal melibatkan bersama. diantaranya, kepasar, ke pantai sambil main bola, nyanyi bareng diiringi gitar (walaw suaranya pada hancur semua hehe), main bola pimpong, ke mas Tris (pesta mie ayam bersama), dll.


Mandan yang bercita-cita menjadi gubernur banten ini juga punya bakat jadi kiper sepak bola(kayaknya…haha).


Naaahhh…!!!!!!! Dari sosok makluk yang satu ini pula banyak hal positif yang bisa saya pelajari dari kepribadiannya sbb: pertama: kesolidaritasan + keberanianya dalam menyelesaikan sesuatu yang sudah dia mulai. Kedua: kesetiakawananya dia slalu menjaga kebersamaan dan kekompakan. Ketiga: kesederhanaannya dalam menjalani hidup dan perencanaan target masa depan yang baik.


impiannya kedepan: ingin menjadi Gubernur Provinsi Banten..( wahh keren ) smoga rencananya terwujud ndan..(ku doakan itu) kabar terbarunya: beberapa hari yang lalu dia juga dapat panggilan dari beberapa perusaan, dalam perecrutan karyawan baru . Soo….. tetap semagat mandan… apapun kondisi kita saat ini jangan pernah menyerah teruslah berjuang, semoga kita sama2 sukses dikemudian hari… amiiin(semoga Allah meridhoi)


Yang ke tiga: mandan Adrian


Nah kalau pria yang satu ini, kalau orang sekali-sekali lihat dia, orang bakalan mengira dia keturunan korea/cina.. ya iyalah orangnya berkulit putih, mata sipit+rambut ala korea dan pirang. Hehe ...keren tentunya, tak jarang teman2 dikampus manggil dia –ahong-.


Mandan yang satu ini berdomisilinya di padang tepatnya di komplek wismah indah. Aslinya Pariaman sii..heehe/ Tapi dia sering sekali ikut gabung di kos serta tidur bareng pun dikos, dan yang satu ini jugs yang paling hobi memainkan gitar kalau sudah megang gitar kita bakalan dibuat kebingungan deh lihat tangannya berpindah2 dari satu kunci ke kunci yang lain.(teruma saya sendiri,makanya belum bisa2 main gitar) Selain itu futsal adalah kegemarannya dari kami berempat dialah yang paling mantap ngring bola, wueeeeehhh…….. wueehh biasa waktu kami main di OLD TRAFFORD Stadion  cieee..!!!(dipekarangan masjid maksutnya.. hahaha)


Mandan yang bernama lengkap Adrian Pratama ini, bagi saya orang yang berpengaruh bagi saya selama menempuh pendidikan selama 3 tahun, mudah didekati, mudah diajak mendirikan sholat , kerja sama, tidak milih2 teman, setia kawan itulah sosoknya.


Kemauan anak yang berjurusan Teknik Kimia ini dalam menyelsaikan rencana studinya cukup besar. Dia pantang menyerah dalam menjalani aktifitasnya. Saya sendiri bnyak belajar darinya diantaranya: kesetiakawananya, ke dewasaanya, dan kebersamaanya.


Impian dia kedepan: bisa bekerja di perusahaan yang sesuai dengan disiplin ilmunya. khususnya di pulau Jawa, smoga rencana mu tercapai mandan (ku doakan itu) yang penting jangan pernahmenyerah .Tetaplah semangattt ……


Yang ke empat: ane… ( Mr.mandan eko) hehe


Yah….. kalau tentang diriku mungkin dirimu sendiri yang bisa menggambarkannya, terutama 3 makluk yang diatas, intinya dan pastinya: banyak sekali kekurangan-kekurangan sy, nah dari adanya kekurangan tersebut. Itulah perannya sahabat untuk bisa saling melengkapi mengingatkan satu sama lain. :)


Sekilas melirik PROYEK/RENCANA MASA DEPANku ,tentunya menyelesaikan -100 JEJAK IMPIAN HIDUP- yang sudah lama ku Rancang, dan dengan semangat dan kesungguhan dari dalam diri Allhamdulillah beberapa nomor dari impian2 tersebut ,sudah ku Lingkari dengan pulpen, artinya aku BISAA.. meraih IMPIAN-IMPIAN itu.


Tak ada yang tak mungkin di dunia ini asal kita mau berusaha untuk mengujutkannya dan aku percaya itu. :) mohon dukungan dan doanya y….


Demikianlah sedikit gambaran dari genk 4Che’K-One yang apa adanya, Tapi sosok2 seperni ini InsyALLAH luar biasa. Dengan segenap RENCANA kedepan dan USAHA+DO’A DALAM SUJUDnya yang dilakukan semoga HASIL yang didapat, sesuai dengan yang kita semua harapkan amiin…….. Kepada Mr.mandan All( Hasan, Hendri, Adrian) jangan lupa ngundang2 kalau mau KAWIN..ya hahaha…


Pesan buat sahabat sekalian:


Jangan pernah sia-siakan orang2 yg pernah hadir di sekeliling kita, terutama orang yang senantiasa setia menemani, berbagi, mengingatkan, dan menjaga kebersamaan. Karena sosok seperti itu lah yang benar-benar mampu menjadikan hidup kita lebih berarti, mulai dari hari ini, dan nanti. perbanyak lah belajar dari orang lain, ambillah hal-hal yang positif darinya.


semakin banyak belajar semakin terlihat bertapa besarnya ke agunganNya dan begitu kecilnya kita.


Semoga kita semua lebih bisa mensyukuri apa yg kita dapati hari ini..


Dari sahabat mu


Ecko Farie -

ini komentar asli (tidak ditambah dan tidak dikurangi ) dari sahabat spesial tentunya...
Top of Form:)   


Rien Fitriyani @ : hahaha...genk kacau balau...yg pasti klian smw menyenangkan... aquh ska catatan ne., smoga smw bsa berhsil pak jgn lupa bkin yg bwt REM...HEhee
31 Oktober 2011 pukul 7:29


Adrian Pratama @ hahaha...mantap..mantap..mantap ndan..ondeh smpai terharu wak mmbaconyo..ko lah genk wak 4skawan..klo dapek karajo yang rancak bagi2 smo geng wak ko yo...jan sampai lupo tu...

 

Adrian Pratama@ ingek2 samo 4skawan ko ndan..wak junjuang samo2 sampai wak2 ko kawin..hahahahhahahaha.... sampai wak tua ndan...??

 

Tyta JuLi HaRtati@ wah bagus sekali yah,,, begitu perhatiannya akh sama sahabat akh, shingga bgt kenal semua karakter temennya,, ty suka CATATANYA n pesa TRAKHIRNYA,,,,,,!!!!

 

Hendry Tama@ ondehh mandan manangih wak a dek mangana maso2 sarumah dlu, , , , , , masih takana c diawak waktu kanai berang maen balak mpe parak siang hahahahahaha. . . . . kini roda lah baputa, kanangan ndk mungkin taulang baliak hanyo bisa diingekk, , , , jan balupoan maso2 nan indah dulu ndan, , , , saling tolong manolong lah awak kok bisa ndan. . . . . ntuk mandan adrian pratama lanjutkan perjuangan MU. . . . bia dapek IPK nan is the best. . . hahahahaha




Adrian Pratama@ oke ndan..sadang berusaho kni ko..bab 1-3 alhamdulilah lah salasai tingga bab 4 samo bab 5 sedang di proses secepatnya..ambo paralu doa dari para "MANDAN" dan semua temen2...doakan ambo semoga salasai kuliah dengan baik dan daper IPK 3..AMIN YA ROBBALLAMIN...

 

Yeni Khaidir@ pesan terakhirnya "LIKE THIS"




Hasan Basri Sajira@ wah... luar biaso ndan...... jadi kangen wk ndan untuk basuo...... hahaha..... semoga wk selalu akrab sampai kapan pun ndan.... aamiin... titip salam wk untuak 4-chek-one....
salam hangat dari sudut kampung provinsi banten... wk tunggu kwan2 dari tanah para jawara.. hahahahaha


ini documentasi yang masih terisa sampai saat ini: 

tahun 2011
  
Hendry, Hasan, Saya

Saya, Adrian, Hasan

 
 Hasan, Saya

Silahkan lihat perbedaannya, B-)

tahun 2014

 Hendri

 Hasan, Saya, Adrian



Itulah secarik kisah tentang kami, tentang sebuah masa dimana tak kan terulang lagi. dan persaudaraan akan tetap terjalin dan menjadikannya lebih indah dalam suasana yang berbeda dikemudian hari InsyaAllah....

sekarang tunggu apa lagi...  sana hubungi mereka (sahabat konyol, gila kalian...  dan teruslah jalin komunikasi dengan mereka... agar hidup lebih indah dalam mengenang masa saat pernah bersama...




Terimakasih telah membaca...

Salam Backpacker ^_^



Farieco Paldona Putra