Kamis, 25 Juni 2026

Pazzle Waktu : 20 “Manusia Multidimensi”

Beberapa waktu lalu saya sempat membaca sebuah artikel yang seakan beneran nyubit saya. ia mengatakan bahwa generasi kita saat ini diasuh oleh algorima Tiktok dan Instagram sayangnya media itu hanya ngasih ke kita hanya sampah. Kita dalam 24 jam sehari diluar  jobdesk ngerjain pekerjaan utama, malah dominan waktu kita habis untuk ngescroller media sosial yang pada dasar tidak ada habis dan hentinya. tampa kita sadari ia meng obok-obok lembut lalu mengambil Quality time kita secara perlahan hingga kita alfa dalam menghitung seberapa besarkah manfaatnya.

Kita tahu makin kesini tren distrupsi teknologi makin hampir tak bisa dibendung lagi, yang menjadi soal apakah spesifikasi kita versi hari ini mampu mengimbangi kemajuan dan pertumbuhan itu sendiri?.

Saya punya pandangan bahwa kali ini kita siap atau tidak dituntut untuk punya daya mampu lebih dari yang biasanya, kita diharuskan untuk dapat survive diberbagai situasi. Daya mampu yang hanya tidak sekedar menawarkan barang sebagai pedagang, menjadi guru di ranah pendidikan, bongkar mesin diranah mekanik, pelukis dibidang seni dan sebagainya.

Hari ini dalam tahap transisi manusia ke system robotik, kita dituntut untuk dapat menjadi manusia mutidimensi, bila selama ini kita punya skill bongkar dan pasang komponen mesin, tapi bagaimana kalo kita juga mengasah kemampuan management pemasaran plus ilmu negosiator. Basic disiplin ilmu kamu  misalnya dibidang teknik gimana kalau asah juga kemampuan dibidang seni menulis, atau ngembangin skill bahasa asing. Atau bahkan kamu dibidang management ekonomi gak ada salahnya kalo kamu mulai belajar coding, dan lain sebagainya.    

Saya setuju saran dan ide dari salah seorang Negarawan bangsa kita, “pilihan keluar dari satu dimensi adalah cara terbaik buat nutupun blind spot dihidup kita, disini akan tercipta warna dan versi yang unik dalam episode hidup kita, berpotensi akan menjadi inspirasi bagi anak atau cucu suatu hari nanti.

Masa depan kita bukan soal jago joget didepan kamera akan tetapi soal produktivitas dan koneksi internasional hingga berperan dalam komunitas orang-orang besar dan berpengaruh. Bila saya menyebut negara-negera tetangga yang makin naik kelas, faktanya memang mereka lebih baik dibidang penguatan mata uang, ekonomi perkapita, hak paten teknologi dalam negeri, hasil pertanian yang tidak main-main kwalitasnya. lalu bagaimana kita dibanding Singapura negara sebegitu kecil?, dari singapura bukan karena kita kalah pintar tapi karena mereka lebih fasih berkomunikasi dipentas Dunia.

Konsep “manisnya jus satu gelas itu berasal dari perpaduan komposisi kandungan gula didalamnya- jadi apa bila perpaduan manusia-manusia didalam suatu wilayah atau negara punya skill yang unggul serta daya mampu yang top, maka akan mempengaruhi kesejahteraan sistem dan tatananya ruang lingkup kenegaraan.

Saran dan ide sederhana saya kali ini mulailah kurangi main layar HP, tapi perbanyak membaca! tema apapun. dimana akan melahirkan sebuah persepsi dan sudut pandang baru; “oh hmm.. ternyata dunia itu tidak sesempit A, B, C ya”. Bila banyak membaca, banyak mendengar sudut pandang dari profile-profile berpengaruh dalam perkembangan dunia saat ini, terakhir belajar dan berlatih skill baru diluar zona kerjaan kita saat ini, saya selalu percaya hal kecil ini adalah bagian dari pertumbuhan sumber daya manusia indonesia yang menglobal.  

   

“Waktu yang bernilai memberikan kita pengalaman lalu menciptakan ide dan dampak yang berarti”

 

Oleh: Farie



Pazzle Waktu 19 “Bubur kacang hijau Spesial untuk Istri"

Tetesan embun di ujung bumbung pelan jatuh konstan diatas ubin pelataran halaman, lalu mengalir menyusuri tepian pagar, suara cit-cit cuit burung girang menyambut pagi kontras masih menyisakan gelapnya malam. Dinginnya udara subuh seakan saya begitu engan membuka lembaran daun pintu, suhu subuh ini barangkali dipastikan 14ÂșC kebawah, tinggal diwilayah 1300 MDPL merupakan hal biasa sedingin ini. Hunian kami menghadap kesudut cakrawala ufuk Timur, disana terarsir siluet orange seakan memberi tanda bermulainya hari ini, hari baru, tenaga baru, dan yang pasti opportunity baru.

Hari ini adalah hari minggu, udara dingin pagi nyilu menusuk tulang, sholat subuh selesai biasanya kita kembali menarik selimut menetralkan sisa air wudhu selalu bikin kaku. Hari minggu adalah hari spesial buat saya istri dan anak-anak. Senin- sabtu berjibaku subuh, beres-beres, berangkat sekolah anak-anak sekalian saya antar sebelum berngkat kekantor. Aktivitas berulang melelahkan bagi anak-anak agar tetap belajar disekolah seperti biasanya. Jadi hari minggu adalah hari yang ditunggu-tunggu anak-anak, agar dapat sedikit lebih santai, bangun sedikit lebih siang. yes!

Progres diawal pagi seperti biasa beresin area ruangan lanjut sisa mainan para bocah, satt!! sett.!!bak seperti “Hayabusa” sang Assassin, saya lanjut meluncur ke pasar pagi terdekat, berburu bahan-bahan: kacang hijau, santan kelapa, ubi jalar dan beberapa  bahan pencampur lainnya. Sampai dirumah langsung Kacang hijau direbus hingga mengembang, cemplungin sepotong jahe, lalu santan aduk perlahan, garam secukupnya aduk hingga mendidih, menyusul takaran gula, vanile secukupnya dan potongan dadu ubi jalar merah. Dan terkahir tak lupa dua helai daun pandan, sip!.

Ada sebuah fakta bahwa Istri saya begitu suka dengan bubur kacang hujau buatan saya ini, tapi menu ini saya masak di hari-hari tertentu saja. Menu ini sekilas terkesan begitu sederhana tapi spesial tastenya manis bak bintang lima bagi kami. Istri saya perlahan terbangun dan hidangan ini sudah saya suguhkan di atas meja makan, kenikmatan hidangan hangat dihari minggu bersama istri tersayang. hanya kami yang dapat merasakan nikmatnya, manisnya bubur kacang hijau spesial.

Kadang apa yang saya buat istri begitu suka lalu bikin nagih minta buatkan lagi, walau saya hanya bermodalkan filling tambah rekomendasi tutorial dalam hal memasak. Satu hal lagi yang barangkali ini berlaku pada banyak para Pria dimungka bumi;

 

“kalo udah didapur yang dimasak sedikit, tapiiii…. perlengkapan masak di whastafel numpuknya segaban”.. hehe. Mohon maaf ssstttt….! :D

     

“Waktu yang bernilai memberikan kita pengalaman lalu menciptakan ide serta dampak yang berarti”

 

Oleh: Farie

 



 

Pazzle Waktu: 18 “Pentingnya Energi dalam pertumbuhan ekonomi”

Sejarah sudah mengajarkan banyak hal kepada kita, negera-negera yang terlibat langsung pada Perang Dunia I dan II seperti Jepang, Jerman, Inggiris, Rusia, Prancis, Amerika Serikat serta sekutunya. Faktanya menunjukan mereka semuanya adalah Negera-negara Industrialis, rata-rata negara-negera ini memiliki alasan yang sangat masuk akal dalam misi mengusai suatu wilayah bahkan aekelas Negara lain, yes! Jawabanya adalah  “kualitas dan kapasitas negara mereka yang begitu mendukung.

Disini saya melihat pola yang serupa pada negara-negera ini, unggul dalam optimalisasi Energi dalam membangun negerinya sendiri, menjadi Negara yang kuat mandiri dan sangat berkapasitas.

Muncul Pertanyaan bagaimana dengan Indonesia tercinta? Saya lebih dari 10 tahun telah mengambil peran di industri Energi nasional punya beberapa pandangan.

Tahun 2026 ini saya melihat ada pola menarik bagaimana proses transisi Energi, efeknya pelan tapi pasti dimana beberapa ratusan tahun yang lalu energi minyak bumi menjadi begitu sangat primadona. kita masih bisa merasakan hasil dari produk turunanya berupa bahan bakar kendaraan kita sehari-hari, bahkan hingga hari ini.

Dunia teknologi dan industrialisasi terus melakukan permbaharuan dan perbaikan mengejar efesiesi dan efektifitas.

Kita tahu kemunculan berbagai industri kendaraan ternama perusaan raksasa contoh gampangnya Tesla dan BYD mereka dengan Visi yang jelas disupport teknogi yang sangat canggih, system aplikasian operasi sangat kopleks itu dimana system penggeraknya mayoritas terelektrifikasi secara energi dasar, bukan lagi bergantung pada produk turunan minyak bumi layaknya kendaraan komvensional.

Point ini ngasih  catatan kepada kita bahwa efisiensi, efektifitas,harga ekonomis,tingkat proteksi tinggi, Auto operasi dan pastinya ramah lingkungan menjadi opsi utama masyarakat dunia saat ini.

Lantas bagaimana indonesia saat ini? Indonesia punya kapasitas energi listrik atau elektifikasinya terpasang lebih kurang 107.000 Mega Wat (Sumber Data Satisitik PLN tahun 2025) dimana beban puncak nasional total sekitar 61.287 MW.

Artinya dengan kapasitas terealiasasi ini sudah Oversulpply atau surplus. Dengan kapasitas energi berlebih ini muncul pertanyaan baru, apa yang harus kita lakukan dalam misi optimalisasi energi dan korelasinya dalam percepatan pertumbuhan ekonomi Negeri?

Pandangan saya adalah “Industrialisasi Opportunity”, pemodal dan pengusaha perlunya eksekusi usaha berbasis system pengolahan hasil pertanian misal tingkat provinsi-kabupaten, menjadi produk jadi, sekali lagi “produk jadi” siap ekspor! Artinya kita didaerah tidak lagi sibuk berkecipung dengan barang mentah lagi. Surplus energi ini tidak hanya di pulau jawa, tapi dipulau sumatera dan pulau lain juga surplus.

Jadi industrialisasi bukanlah sebuah ancaman akan tetapi bagian dari langkah pertembuhan ekonomi menuju negara mandiri. Negara Tiongkok (China) total terpasang pembangkit listrik negaranya sebesar 3.487.000 Mega Wat, bisa dibayangkan bagaimana seriusnya pergerakan industrilasisi dalam negerinya demi mendongkrak pertumbuhan ekonomi negara mereka.

Saya bisa bayangkan bagaimana ribuan jenis pertanian kita yang selama ini di eksport dalam kondisi bahan mentah, tapi bagaimana kita olah didalam negeri sendiri menjadi barang jadi. Baru kita eksport barang jadi berkwalitas tinggi, ini akan berpotensi terbentuknya akselerasi dirantai nilai.

Surplus dari eletrifikasi negara kita saat ini secara rata-rata perkapita faktanya masih jaduh dibawah  dari rata-rata elektrifikasi perkapita pada negara maju pada umumnya, hal ini akan saya bahas di lain waktu.

Saya mengerti bagaimana kolpleksitas pemenuhan standarisasi internasional khususnya barang jadi untuk dijual keluar negeri tidaklah mudah, akan tetapi selagi dukungan dan kebijakan birokrasi pemerintah yang Total, saya percaya selalu ada jalan.    

 

“Waktu yang bernilai memberikan kita pengalaman lalu menciptakan Ide serta dampak yang berarti” 

Oleh: Farie

 


 

Rabu, 03 Juni 2026

Pazzle Waktu : 17 “Surga itu Ada di Lombok”

Riak ombak kecil menari  indah bermain diatasnya busa-busa acak seakan tidak ada habisnya, ombak kecil itu menyapu hamparan samudra mendominasi, dan kapal yang saya tumpangi ini terasa begitu mungil dilautan ini. berpegangan disisi-sisi outdor penumpang saya menikmati laju angin begitu kecang, perlahan tapi pasti  merombak arah poni rambut saya yang tadinya cukup tertata.

Lekang panas terik tepat diatas kepala saya bila lama dipastikan dapat segera membuat kulit memerah lalu gelap.

Langit biru cerah mengagumkan memanjakan mata saya perlahan berbinar. Dalam hati saya pun terjadi perdebatan laut wilayah barat vs timur “masih jauh cantikan laut timur pasti”…ini bagi saya yang nota bene asli orang daratan Sumatara ini.

Pebukitan savana tampak berjejer saling menyambung, hijau bercorak kekuningan itu  seakan didekap oleh biru pekatnya langit. Alam disini sekan berbisik asik ditelinga saya “  hay..selamat datang kawan disurganya timur, menikmati hamparan alam termahal yang mungkin saja di wilayah barat tidak kamu temukan kawan”….

dalam hati saya pun menjawab “ .. ok baik” (sambil mengangguk yakin).

Tahun 2024 lalu, kala saya satu bulan di kota Sumbawa Besar, waktu senggang weekand saya bersama (*Mas andri dan mas Agung), malakukan perjalanan mandiri dari Sumbawa menuju Lombok. Dua wilayah ini berada dalam satu provinsi yang sama. Keduanya kira-kira berjarak 170 KM. Kami menggunakan angkutan umum dari Sumbawa besar lalu menyemberang dari pelabukan Poto Tano menuju pelabuhan Kayangan Lombok.

Tips dan cara paling efektif untuk menyusuri alam lombok? yap! menyewa kendaraan roda empat pas di Lomboknya. Lebih leluasa dan mudah, hal pertama yang saya tangkap dari pulau ini  adalah“keramahan warganya” mungkin hal ini menjadi alasan kuat dalam menarik minat wisatawan berdatangan ke wilayah cantik ini, hmm .. faktor yang masuk akal.

Jujur saja Terlalu banyak titik berkelas dan super menarik untuk didatangi di pulau ini, alhasil kami hanya dapat memilih beberapa saja karena libur hanya dua hari.

Desa Sade, Sirkuit Mandalika Internasional, Pantai Kuta lombok, dan Senggigi Beach dll. Ada point-point penting moment yang tak lekang oleh waktu dikepala saya, disetiap tempat keren itu. Desa Sade rumah adat unik budaya leluhurnyaa masih  terawat hingga hari ini, Sirkuit Balap F1 berstandar Dunia dimana View hamparan pebukitan savana dan lautan biru hebat tak kepalang, birunya pantai kuta air laut pepasir putih memanjakan mata seakan mensimulasikan begini lho surga dunia didepan mata, menikmati mie rebus di pinggiran jalan berkelok dibawahnya karang dan lautan seakan tak berujung.

Wajar saja lombok adalah salah satu destinasi kelas Dunia dan wilayahnya itu ada diNegera kita tercinta Indonesia bruuh.. B-), bila saya tuangkan dalam 10 halaman tentang detail yang berkesan di Lombok saya yakin tidak akan cukup teman”.

Saya duduk dibawah pohon rindang kala menatap jauhh hingga sudut cakrawala dalam hati kecil saya berkata:  “istri dan tiga bocah saya dirumah suatu hari nanti harus kesini”, mereka juga harus lihat begitu hebatnya apa yang aya lihat hari ini ” 

Saya mencoba melihat dari sudut padang yang berbeda, lombok adalah wujud optimalisasi warga dan pemerintahnya terhadap anugerah spesial dari sang Maha Cinta Maha Keindahan. jejeran Villa gacor di sepanjang pingiran pantai. titik medan magnet bagi para pemilik Dolar, pastinya pemodal handal misi utama berinfestasi dipulau ini. Inilah terjemahan yang sesungguhnya dan termanifestasi bahwa “Ranah Wisata” itu sangatlah Bernilai.

Valuenya tak terbatas bagaikan intan permata bagi pera pemburu ketenangan hati, hiburan, gejolak pertumbuhan ekonomi, Bisnis, kestabilan Kas daerah, Promosi wisata Nasional dan semua itu tetap berjalan berkeseimbangan dan berkesenambungan.   

 

“Waktu yang bernilai memberikan kita pengalaman lalu menciptakan Ide serta dampak yang berarti”


Oleh: Farie

 




Senin, 01 Juni 2026

Pazzle Waktu: 16 “Tetangga yang Baik”!

Terngiang suara pangilan tuturtertata mengumandang mengisi dilangit-langit putih sepanjang Gate ini, pendingin ruangan menderu mengimbangi panasnya sisi luar Kualanamu, masih terasa terik seperti  biasanya.

Saat menulis tulisan ini saya sedang duduk tenang  salah satu pojok diruang tunggu keberangkatan. waiting flight saya kali ini tujuan kota Semarang lebih kurang satu jam lagi.

Jauh dari rumah seperti ini saya jadi sering kebayang masakan sang istri, salah satu masakan yang sering kali saya request sama istri tercinta adalah sayur Gulai pakis cabe hijau ikan “teri” dengan toping spesial beberapa potong jengkol (*toping spesial yang terkahir ini hanya untuk saya :) ) lalu berduel dengan adukan gorengan cabe merah ikan laut kriuk kecil-kecil yang menjadi  faforitnya anak-anak.

Terakhir tak lupa ditemani kerupuk khas lebar-lebarnya,lengkap sudah. Makanan enak menu sederhana ini selalu terasa spesial bintang lima.

 

Ada kebiasan istri saya dan kluarga kecil kami yang mungkin sudah menjadi budaya hebat dari tahun ketahun dimana pun berada, saya tidak mengerti komplitnya formula dari campur tangan Allah SWT  gimana setiap menetap di wilayah baru selalu ada aja tetangga yang bener-bener cocok dihati kami, baiknya bak keluarga kandung sendiri, bahkan lebih.

Apa yang dimaksut dengan “budaya” diatas, sekali lagi saya tidak begitu faham apakah karena fakator ini atau ada faktor lain. Istri saya paling senang berbagi makanan ketetangga tempat kami dimanapun tinggal, istri saya senang memasak, apa yang kami makan, persis itu yang dipisahkan kepiring lain dan itu yang kami bagi ketetangga sebelah.


Saya masih ingat kebiasaan ini sudah sedari sepuluh tahun yang lalu, sampe hari ini masih tetap sama tidak berubah.

Ada rasa bangga tersendiri ke istri masih berkomunikasi begitu baik dengan tetangga lama dulu, apa lagi tetangga setelahnya lalu yang hari ini. Tetangga yang baik ini merupakan rejeki tersendiri dalam tahapan hidup kami .

Kebiasaan sederhana tapi memberi pangaruh besar terhadap tatanan sosial, memperkokoh ikatan kepercayaan. Satu, dua, tiga dan seterusnya bila diakumulasikan bahkan malah kami yang sering menerima hantaran dari sana, sini. tidak melulu apa yang dimasak lalu dibagi sering juga yang dibeli tapi diniatkan untuk dibagi.

Rahasia kecilnya adalah Inisiatif memeberi terlebih dahulu. Menumbuhkan dampak kepedulian, kekeluargaan, menciptakan lalu menyambung rantai persaudaraan dalam bertetangga.


Saya ingat beberapa bulan yang lalu saat itu saya kebetulan sedang ada urusan pekerjaan di Luar kota, istri saya dan anak-anak kendaraan yang disetirnya ada masalah sekitar 20 meter sebelum sampai rumah.

Saya sedang tidak ditempat, tapi para tetanggalah yang bersama-sama inisiatif membantu sehingga kendaraan dapat normal kembali..  Alhamdulillah.

Lain lagi ketika bencana beberapa bulan lalu koneksi internet terputus saya masih ditempat kerja, tidak bisa memberi kabar kerumah, sehingga saya harus terlambat pulang. anak dan istri dalam kecemasan, tapi tetangga-tentanggalah yang menemani menghibur anak-anak dan istri saya shubhanallah, terimakasih.

 

Faktanya memang begitu kadang disaat yang tidak terduga ada masanya kita benar-benar butuh bantuan orang disebelah rumah yang kita huni. Maka mari kita bangun hubungan sebaik-baiknya terlebih dahulu terlepas itu kita memang banyak kurangnya, misalnya anak-anak sering ribut brantem, mungkin hanya sebatas itu sisanya mari optimalkan dengan kebaikan-kebaikan terlebih dahulu, tampa harus menunggu.        


“Waktu yang bernilai memberikan kita pengalaman lalu menciptakan dampak yang berarti”

 

Oleh: Farie

 

 

Farieco


Pazzle Waktu : 15 "Setiap anak itu hebat"!

Pernahkah kita merasa anak kita belum bisa ini, belum bisa itu seperti anak si A, atau anak si B.? Pernah? Oke saya juga ,

Beberapa dekade yang telah terlewati,  pertama saat saya posisi sebagai anak sekolahaan, kedua perguruan t hingga hidup mandiri diperantauan, lalu dekade terkahir punya keluarga kecil.

Tahap-tahap yang terlewati saya merasakan satu hal ternyata karakter anak itu terbentuk tergantung  lingkunganya, itu point satu.

Anak-anak akan berkembang berdasarkan lingkungan yang kita suguhkan saat ini. lalu pertanyaanya seberapa besar korelasinya antara lingkungan vs tingkat kemampuan dasar sang anak?


Hubunganya sangat berkesanambungan satu tahun terakhir ini sejak anak kedua saya masuk taman kanak-kanak, sang Istri dan saya punya program pribadi buat bocah ini; selama TK harus bisa membaca, wajib iqro’ 6, bisa main sepeda mandiri roda dua, mandiri urusan MCK, kemampuan hitung-hitungan dasar wajib bisa, ayat-ayat pendek, sholat berjamaah sama-sama minimal magrib dan isa. Hari ini anak ini baru masuk smester 2 TK tapi semua  target diatas sudah hampir tuntas olehnya.

Artinya baru beberapa bulan berjalan!

Dulu awal-awal saya sempat terfikir “anak ini bisa ga ya”… “dia mampu ga ya, tugas dan tantangan yang kami berikan”?

Seringkali kita sebagai orang tua meragukan kemampuan anak, pada dasarnya anak kecil itu jauh lebih fokus, kecepatan dan daya savenya jauh lebih efektif dan cepat dari kita, bahkan instingnya lebih baik dari kita sebagai orang tua. Walau tingkat kesabaran anak-anak cenderung masih relatif rendah, kekurangan dalam proses belajar ini lah kita sebagai orang tua buat ngebackupnya. Khususnya istri saya yang sangat luar biasa efortnya serta kelembutanya dalam mendidik anak-anak.


Saya mengabi banyakl pelajaran, balita itu hebat, anak kecil itu hebat. Awal-awal pengajaran/latihan kita akan menghadapi penuh penolakan, rengekan dan tantruman. Tapi bila konsiten terus pelan-pelan mereka akan ikut, perlahan mengerti, dan pada akhirnya memahami apa yang kita contohkan. Faktor pola pengemasan pengajaran kita ternaya juga mempengaruhi kecepatan anak dalam memahami. Terutama istri saya punya banyak trik jitu dan menarik .  


Ada segudang pengelaman manis bersama anak-anak yang akan menjadi kenangan henat nanti setelah mereka mulai beranjak besar, mulai sibuk dengan urusan mereka masing-masing.

Hari ini saya juga semakin memahami nilai dari lego yang selalu berserakan terlihat saat pulang kerja, udah ratusan kali mereka mainkan pazzle-pazzle yang tak utuh lagi itu, krayon pensir warna yang sudah tak lengkap lagi warnanya, hingga boneka legendaris yang dipakaikan pampers itu :) .

Saya dan istri yang masih terus belajar dalam memaksimalkan gimana memenuhi kebutuhan happynes sebagai haknya anak-anak dimasa kecilnya, kebutuhan bermain sambil belajar.

Saya ingin suatu saat ketika bocah-bocah hebat ini sudah mandiri (*lalu kami berjauhan). Mereka selalu merindukan masa kecil mereka yang penuh kenangan manis dan bernilai, menjadikan suatu kerinduan berkepanjangan bagi mereka, hanya pulang kerumah adalah satu-satunya obat pelipur lara di hati mereka, berkumpul bersama kluarga.

 

Sukses dan sehat-sehat selalu istri saya tercinta dan para orang tua dimanapun berada.

 

“Waktu yang bernilai memberikan kita pengalaman lalu menciptakan dampak yang berarti”


Oleh: Farie

 


Jumat, 22 Mei 2026

Pazzle Waktu 14 : "Saya berkarya dibidang apa?"

Pagi selalu menyuguhkan harapan baru untuk kita, pilihan baru, lembaran putih baru. Dimana pilihan itu bebas kita menulis diatasnya tinta baik atau buruk, rasa happy, syukur, kecewa, kesal, marah dan sebagainya.

Apa yang kita tanam setiap kali mata terbuka dipagi hari itu lah yang kita tuai siang-sore dan hingga tertutup mata kembali dimalam hari.

Hidup setiap harinya punya pola berulang realitasnya benar-benar tidak selalu sama, baik skala bulan hingga tahunan. Seringkali fase transformasi hingga lompatan diri mau tak mau selalu jadi pilihan dalam Road Map perjalanan hidup kita.

Tahun Ini sudah masuk tahun ke “Sebelas” dedikasi saya dalam ambil bagian dikorporasi pembangkitan ketenaga listrikan Negeri ini.

Lebih dari 10 tahun berpengalaman dibidang System pengoperasian pembangkitan ketenaga listrikan, saya fikir perlunya sharing ringan terkait apa yang saya alami, apa yang saya jalani beberapa tahun ini  menyangkut disiplin pekerjaan saya pastinya.

Bila kamu saat ini bisa membaca tulisan ini artinya kamu terkoneksi dengan internet, daya lapotop /handponemu saat ini bisa dilihat indikator persen batrai disudut kanan atas handphone atau sudut kanan bawah laptopmu. Nah .. angka persentase tersebut berkorelasi dengan pekerjaan saya saat ini :) .

Fakta, peran energi listrik saat ini adalah ujung tombak perputarnya gardan perekonomian bangsa ini, tampa listrik kita tidak bisa terkoneksi dengan internet dengan konstan, tampa listrik operational distribusi bahan bakar di spbu untuk kendaraan kita sehari-hari tidak berjalan dengan baik, tampa listrik industrialisasi makanan minuman terhenti, operasi pertambangan stop, pelayanan masyarakat dan lain sebagainya tidak akan optimal pasti. Kita menyadari begitu sangat krusialnya kelangsungan hidup kita terhadap Energi Listrik.


Proses komversi energi dari satu bentuk ke bentuk lain yang saya dan kami lakukan mempunyai prinsip prinsip cukup komplite mulai dari prinsip rotasi turbin, prinsip HE diboiler CFB, proses floagulan coaguland water treatment plant, racikan ideal pembakaran batu bara di furnace, Up/Down load di CCR sesuai kebutuan daya pemakaian masyarakat.

Dan pastinya bagaimana prinsip recovery yang aman efektif saat gangguan system pembangkit kala datang menghadang.


Jadi tugas saya dalam “Memastikan” daya maksimal yang kita produksi kita salurka kesistem jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi, umumnya masih di 150kv. dari 150kv ini akan diatur lagi oleh team Gardu Induk dan dikomversi lagi ke 20 kv melalui penyulang-penyulang, lalu baru terhubung ke rumah yang kamu tinggali saat ini. Ngerecharge peralatan eletronik, sehingga kalian dapat membaca tulisan ini saat ini, Sipp!.

Dalam hal “memastikan” diatas ada kompleksitas parameter system yang hampir setiap saat kita monitoring mulai dari temperatur, pressure,load,frequency, flow, fibrasi, arus, kekeruhan, tingkat kejenuhan zat, tekstur, tegangan, noise, PH air, dan lain sebagainya.

Pekerjaan ini memiliki filosofi yang begitu  dalam bagi saya, karena pekerjaan ini saya ikut berperan dalam menerangi anak-anak saat membaca buku, belajar memahami sebuah ilmu kelak bermanfaat baginya. Berperan dalam pengerak usah para orang tua demi menafkahi keluarga tercinta dirumah, seorang ibu dapat memasak semangkok sub ayam hangat untuk sang buah hati yang ia sayangi.

Oke Sip!

 

“Waktu yang bernilai memberikan kita pengalaman lalu menciptakan dampak yang berarti”


Oleh: Farie

 

 Farieco