Riak ombak kecil menari indah bermain diatasnya busa-busa acak seakan tidak ada habisnya, ombak kecil itu menyapu hamparan samudra mendominasi, dan kapal yang saya tumpangi ini terasa begitu mungil dilautan ini. berpegangan disisi-sisi outdor penumpang saya menikmati laju angin begitu kecang, perlahan tapi pasti merombak arah poni rambut saya yang tadinya cukup tertata.
Lekang panas terik tepat diatas kepala saya bila lama dipastikan dapat segera membuat kulit memerah lalu gelap.
Langit biru cerah mengagumkan memanjakan mata saya perlahan berbinar. Dalam hati saya pun terjadi perdebatan laut wilayah barat vs timur “masih jauh cantikan laut timur pasti”…ini bagi saya yang nota bene asli orang daratan Sumatara ini.
Pebukitan savana tampak berjejer saling menyambung, hijau bercorak kekuningan itu seakan didekap oleh biru pekatnya langit. Alam disini sekan berbisik asik ditelinga saya “ hay..selamat datang kawan disurganya timur, menikmati hamparan alam termahal yang mungkin saja di wilayah barat tidak kamu temukan kawan”….
dalam hati saya pun menjawab “ .. ok baik” (sambil mengangguk yakin).
Tahun 2024 lalu, kala saya satu bulan di kota Sumbawa Besar, waktu senggang weekand saya bersama (*Mas andri dan mas Agung), malakukan perjalanan mandiri dari Sumbawa menuju Lombok. Dua wilayah ini berada dalam satu provinsi yang sama. Keduanya kira-kira berjarak 170 KM. Kami menggunakan angkutan umum dari Sumbawa besar lalu menyemberang dari pelabukan Poto Tano menuju pelabuhan Kayangan Lombok.
Tips dan cara paling efektif untuk menyusuri alam lombok? yap! menyewa kendaraan roda empat pas di Lomboknya. Lebih leluasa dan mudah, hal pertama yang saya tangkap dari pulau ini adalah“keramahan warganya” mungkin hal ini menjadi alasan kuat dalam menarik minat wisatawan berdatangan ke wilayah cantik ini, hmm .. faktor yang masuk akal.
Jujur saja Terlalu banyak titik berkelas dan super menarik untuk didatangi di pulau ini, alhasil kami hanya dapat memilih beberapa saja karena libur hanya dua hari.
Desa Sade, Sirkuit Mandalika Internasional, Pantai Kuta lombok, dan Senggigi Beach dll. Ada point-point penting moment yang tak lekang oleh waktu dikepala saya, disetiap tempat keren itu. Desa Sade rumah adat unik budaya leluhurnyaa masih terawat hingga hari ini, Sirkuit Balap F1 berstandar Dunia dimana View hamparan pebukitan savana dan lautan biru hebat tak kepalang, birunya pantai kuta air laut pepasir putih memanjakan mata seakan mensimulasikan begini lho surga dunia didepan mata, menikmati mie rebus di pinggiran jalan berkelok dibawahnya karang dan lautan seakan tak berujung.
Wajar saja lombok adalah salah satu destinasi kelas Dunia dan wilayahnya itu ada diNegera kita tercinta Indonesia bruuh.. B-), bila saya tuangkan dalam 10 halaman tentang detail yang berkesan di Lombok saya yakin tidak akan cukup teman”.
Saya duduk dibawah pohon rindang kala menatap jauhh hingga sudut cakrawala dalam hati kecil saya berkata: “istri dan tiga bocah saya dirumah suatu hari nanti harus kesini”, mereka juga harus lihat begitu hebatnya apa yang aya lihat hari ini ”
Saya mencoba melihat dari sudut padang yang berbeda, lombok adalah wujud optimalisasi warga dan pemerintahnya terhadap anugerah spesial dari sang Maha Cinta Maha Keindahan. jejeran Villa gacor di sepanjang pingiran pantai. titik medan magnet bagi para pemilik Dolar, pastinya pemodal handal misi utama berinfestasi dipulau ini. Inilah terjemahan yang sesungguhnya dan termanifestasi bahwa “Ranah Wisata” itu sangatlah Bernilai.
Valuenya tak terbatas bagaikan intan permata bagi pera pemburu ketenangan hati, hiburan, gejolak pertumbuhan ekonomi, Bisnis, kestabilan Kas daerah, Promosi wisata Nasional dan semua itu tetap berjalan berkeseimbangan dan berkesenambungan.
“Waktu yang bernilai memberikan kita pengalaman lalu menciptakan Ide serta dampak yang berarti”
Oleh: Farie

.jpeg)


.jpg)

