Pertengahan tahun 2025 lalu saya berkesempatan mengikuti pembinaan Management Leadership beberapa hari di kota Surabaya dan beberapa hari di Mojokerto Jawa Timur. Saya dan beberapa orang Team Leader dari berbagai jenis pembangkit Listrik hampir dari seluruh Nusantara ikutan disini.
Program ini merupakan tahapan pengukuhan sertifikasi strukturalisasi dalam memanagament leader-leader Pembangkit ketenaga listrikan dalam penerapan core values perusahaan. Bagian dari misi optimalisasi dan efektifitas pengelolaan sumber daya manusia ruang lingkup Pembangkit masa depan yang aman, handal dan ramah lingkungan.
Menurut saya setiap leader punya peran sangat krusial dalam penerapan konsep pengawasan, bimbingan, penilaian dan pengembangan SDM dalam team. Kita dibekali materi prinsip dasar bukan lagi memposisikan diri sebagai pengeksekusi jobdesk dasar tapi lebih ke me-manegemeni setiap personil dalam team, menjaga kosistensi system agar tetap berkesenambungan lalu memastikan iklim dalam team berjalan sesuai dengan core values korporasi saat ini.
Leader yang ideal adalah punya integritas pastinya, lalu mampu memetakan potensial SDM yang ada dalam team, punya arah yang jelas dan terukur. pastinya mau “ngopi” berdiskusi secara terbuka dan secara personal dengan angota team.
Memberi ruang dan keleluasaan berekspresi yang optimal kepada anggota team, memenuhi haknya dalam menerima dan memberi saran yang membangun.
Team yang sehat tak lain adalah kombinasi dari leader selalu terkoneksi dengan anggota teamnya secara personal serta mereka yang punya rasa kepedulian, maka hal ini akan termanifestasi dalam memberi dampak terhadap korporasi secara keseluruhan.
Banyak hal baru yang saya dapat dari program Leadership management periode ini, pemahaman lebih detail dan mendalam konsep jati diri seorang leader, efektifitas dan produksifitas adalah visi utama, tapi konsistensi dalam menjaga nilai-nilai budaya dalam team adalah pegangan utama, eksekusi reposisi berdasarkan potensi yang tepat pada SDM persionil adalah konci penting untuk mencapai keselarasan antara proses dan hasil akhir.
Ada istilah keren dari seorang pemateri namanya pak Hendra beliau adalah seorang specialist Human Capital seorang Expert dibidang Pembinaan Inovasi korporasi, ia menyampaikan satu kunci penting dalam memimpin diri sendiri dan orang lain, saya fikir hal ini akan selalu relevan dengan profesi apapun dan dari kalangan manapun kita.
“Do More” singkat padat tapi bermakna dalam, dalam sistem struktural koporasi jobdesk memang menjadi sebuah tanggaung jawab,tapi ada hal lain yang menjadi “Pembeda” antara si A , B, dan C.
Do more/berbuat lebih, mungkin penerapan konsep ini yang sudah menjadi budaya bagi bapak saya dulu sebagai tukang bangunan sehingga yang punya Rumah puas dan berdampak ketetangga sebelahnya, sehingga “nama baik” itu meneyebar akhirnya belum selesai satu proyek borongan rumah sudah datang penawaran baru yang lain.
Memahami pemaparan materi beliau perpaduan antara pengalaman, praktek dan penerima dampak realistis dari pak hendra, saya menjadi sering kali memasukan topik “do more” disela-selah obrolan saya dengan team saya. Pentingnya berbuat lebih diluar jobdesk wajib sehari-hari.
Saya percaya akselerasi dan pertumbuhan pengembangan diri akan tercipta lebih cepat, bila kita punya banyak opsi dan kemampuan.
Contoh sederhana, suatu hari seorang profesional muda perlahan pindah haluan menjadi pengusaha UMKM misalnya, di Dunia Usaha seseorang secara tidak langsung akan dituntut untuk menegerti banyak hal mulai dari ilmu produsi, ilmu promosi, ilmu managemen keuangan, ilmu pengadaan barang, ilmu negosisasi dan partnertship juga pemebrdayaan ilmu Teknologi informasi dan sebagainya.
Artinya ditengah dunia distrubsi teknologi yang semakin tak terbendung ini kita sebagai SDM handal wajib mampu untuk Berbuat Lebih dalam kerjaan apapun, agar tidak tertinggal semakin jauh dari kemajuan moderenisasi saat ini.
Apakah kita seorang Leader atau sebagai staft dalam team, apapun profesi kita dengan berbuat lebih akan memperpanjang deretan Portofolio untuk menjadi SDM yang handal. dengan itu membantu kita untuk menciptakan lompatan baru, lingkungan baru, negosiasi baru, dan pengahsilan baru tentunya.
Berbuat lebih’ hal ini juga akan berdampak pada orang-orang sekeliling kita, minimal untuk pengembangan diri sendiri, semakin diasah potensi itu akan semakin tajam, semakin tajam maka semakin efektif dalam eksekusi problem solving.
Pada akhirnya itulah menjadi pemebeda antara kita dan orang lain.
“Waktu yang bernilai memberikan kita pengalaman lalu menciptakan dampak yang berarti”
Oleh: Farie

.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar