Seperti biasa selesai kroscek Ams pagi, sembari menyeruput kopi hitam hangat agak sedikit pahit pagi ini. terlintas difikiran bagaimana seorang kuli bangunan dapat kerjaan lalu-berkelanjutan tampa jedah dan berkelanjutan.memakan waktu berbulan-bulan, belum selesai mengerjakan rumah A tapi sudah datang penawaran baru proyek rumah B.
Ya, ini bagian dari pekerjaan utama dari bapak kami pada masanya, menjejaki Pola bekerja pindah dari satu daerah kedaerah lain, dari satu rumah kerumah yang lainya.
Profesi mulia ini beliau lakoni sedari muda, misinya hanya satu bukan mengejar kekayaan, tapi memenuhi kebutuhan pangan kelurga. dan menyekolahkan anak-anak dengan baik, ya itu saja. Intregritas seorang tukang pembangun rumah bak Insinyur Arsitek hebat bagi kami, bagi beliau kepercayaan orang harga mati-bukan dari Gelar.
Ada hal yang paling selalu saya rindukan,bagaikan rindu yang tak berujung. banyak waktu yang kami habiskan kala duduk berdua bersama bapak kami. Paling berkesan itu pulang kerumah-liburan Smester, bahkan pulang untuk sekedar cuti kala jauh bekerja merantau berbulan-bulan tidak pulang.
Dibawa bohlam lapu kuning temaram duduk didepan rumah obrolin topik random atau sekedar berkelakar ngaur-memaknai moment ngumpul bersama keluarga,moment kehangatan itu sekarang makin terasa begitu Mahal.
Salah satu topik yang masih kuat diingatan saya adalah “diluar sana Kepercayaan adalah koncinya untuk hidup ”
“Nilai Kepercayaan” Ini bagian dari Pazzle penting dalam perjalanan kecil saya, menjadi pegangan dasar bagi kami dalam menapaki hidup dimanapun,walaupun reallitasnya tak sedikit dari orang sekeliling kita malah mempermainkan kepercayaan yang kita berikan.
Saya tau penerapanya tak selalu semudah yang diucapkan. Tapi dalam tahap proses hidup, mau tidak mau apa yang kita persembahkan selalu relevan dengan apa yang kita terima, kita akan perlahan mengerti begitu bernilainya sebuah kepercayaan.
Saya ingat dulu pernah bergabung sebuah kominitas seni disekolah, saya terbilang berkemampuan paling biasa dalam team, tapi nilai tambah adalah saya paling kosnsisten dan paling Ontime saat jadwal latihan.
Setelah mengikuti Festival seni antar komunitas usai; hanya saya yang penerima sertifikasi penghargaan dalam team yang lain malah di hold sertifikatnya.
Kadang apresiasi itu muncul karena sebab yang begitu sederhana yaitu : “ secuil kepercayaan”.
Pada dasarnya Bapak saya bermodal kepercayaan-rejeki proyek datang bergantian, hal ini menjadi tolak ukur bahwa bagi siapa saja dalam profesi apapun, sejauh mana kita dapat dipercaya dan sejauh mana daya mampu kita dalam menajaga kepercayaan orang lain pelangan misalnya /klien/stakeholder kepada kita?
Sebab.. dalam dunia sosial serba ketidak pastian ini, kepercayaan menjadi parameter krusial dalam tahap pertumbuhan kita ke arah yang lebih baik.
“Waktu yang bernilai memberikan kita pengalaman lalu menciptakan dampak yang berati”
Oleh: Farie

Tidak ada komentar:
Posting Komentar