Senin, 11 Mei 2026

Pazzle Waktu 7: “30 hari di Sumbawa Sandropole surga nya Indonesia”

Setiap perjalanan adalah momen terbaik untuk mengisi ruang-ruang pada jaringan memori ingatan, dari kenangan itu dikomversi ke bentuk potongan cerita dimana komposisinya  “pengalaman dan pelajan”.

Tahun 2024 lalu saya berkesempatan ambil bagian dalam program fase Handover salah satu unit pembangkit di Sumbawa Besar, kawasan Timur keren ini!!  seperti yang kita tahu merupakan salah satu wilayah tercantik di Provinsi Nusa Tenggara Baratnya Indonesia Tercinta.

Bekerja seraya mengunjungi berbagai daerah diluar domisili merupakan salah satu ritme kerja yang merik menurut saya, bahkan bagi kebanyakan dari kita. atau istilah kerennya “bekerja sambil jalan-jalan”. Jadi ini salah satu program dari korporate saya dalam proses handover pembangkit ini merupakan bagian dari pertumbuhan perusahaan.  

Kolaborasi team operasi dan pemeliharaan pembangkit ini momentum terbaik untuk meningkatkan kopetensi dalam fase transisi ilmu pembangkitan handal.

Nah dimomen seperti ini juga merupakan peluang besar untuk naik level, belajar lebih banyak lagi terkait mteoda operasi dan pemeliharaan pembangkit yang efektif dan efisien, seperti yang saya cerita sebelumnya kegiatan ini akan menciptakan portofolio baru di CV pribadi.

Di kesempatan ini saya belajar tentang berbagai system dan penerapanya dilapangan misi target peningkatan kehandalan unit pembangkit dalam memenuhi kebutuhan energi listrik bagi masyarakat melalui system jaringan 150kv , khususnya untuk wilayah Sumbawa Besar.

Dari sisi iklim saya merasakan sumbawa merupakan wilayah puanas kering wkwk!., wajar! sebab titik wilayah terpadat  sumbawa berada kurang dari 5 KM dari pinggiran pantai. fakta lain yang tak terbantahkan adalah Sumbawa merupakan wilayah pantai yang cantiknya kebangetan luar biasa subahanallah, wilayah yang masih sangat jauh dari industrialisasi dan polusi merugikan. Pantainya masih begitu bersih dan jernih, memanjakan mata saya.

Selama 30 hari disana banyak hal pengalaman baru teknis non teknis yang saya peroleh, saya masih ingat namanya mas Wayan ia adalah seorang Maintanance Planner pembangkit. Pemuda asli Lombok, ia seringkali mengisi waktu liburnya ber snorkeling ria dibeberapa pantai yang ada di wilayah Sumbawa khususnya.

Pantai ter Favorite nya adalah “Sandropole”, saya salah satu yang diajak untuk menikmati betapa menabjubkannya  pemandangan bawah laut dan hamparan pasir pantai satu ini, ini kesekian kali saya snorkeling tapi seumur-umur baru sekali ini saya berinteraksi secara lengsung dengan ragam ikan warna warni subhanallah menabjubkan sumpah. Ragam terumbu karang, Kombinasi wana, bentuk, ukuran rumput laut warna warni ikanya yang begitu indah sulit bagi saya gambarkan dengan tulisan, bagi saya jauh lebih keren dari yang ada di kepulauan seribu.

Angin sepoi pelan menyapa wajah ini, saya menatap arah barat sana pulau terdekat adalah daratan Lombok bila saya lepar lagi “imaji” makin ke barat ada 2700 KM lagi menuju tanah kelahiran saya.   Sandropole berupa pantai yang kira-kira 6-9 KM dari pusat kota Sumbawa Besar, pantai ini belum terjamah bagi banyak masyarakat, ikan-ikan,  pasir terumbu karang masih terjaga denganbaik.

Jalan setapak itu berkelok membelah dibawah rindangnya pepohonan  masih begitu alami, hamparan pasir putih diatasnya bertaburan tumpukan siput kerang. dikedalaman di huni ragam ikan yang menabjubkan. Tak heran mas Wayan kerap bawa busur panah penembak ikannya, perburuan ini biasanya dikedalaman hingga 3-6 meter dibawah laut.

Hal yang membuat saya terkesan yang lain adalah level kebersihan langitnya siang hari, sungguh bersih  jernih (ini hampir setiap siang saya amati) tapi panas siang hari berkisar 33-37 derajat celsius (setiap bulan Maret) keindahan langit di sini mungki tandinganya langit dikampung saya tepat “didepan rumah orang tua saya tercinta dikampung saya yang selalu saya rindukan”.

 

Sandropole adalah paras indah mengawakili potongan waktu, berupa pengalaman yang menempel kuat diingatan saya tentang  yang namanya “SUMBAWA”, wisata pantai yang keren, mas Wayan, mas Yon, mas Ryan, mas Rizal dan kawan-kawan  yang lain Top sekali baiknya. Semoga dilain waktu kita dapat bertemu lagi lalu saya dapat membalas kebaikan kalian semua my Brothers.

Indonesia itu punya SDA Amazing!! diakui oleh Dunia, saya selalu percaya apabila SDA dilevel premium ini dirangkul dan diberdayakan dengan optimal oleh generasi yang SDM nya berkwalitas pula, maka akan tercipta ekosistem perekonimian yang Top. Pariwisata yang tertata adalah motor pengerak ekonomi  warganya, lalu pada akhirnya akan memberikan “efek angkat” bagi kesejahteraan masyakat.     


“Waktu yang bernilai memberikan kita pengalaman,lalu menciptakan dampak yang berarti”


Oleh: Farie

Farieco


Tidak ada komentar:

Posting Komentar