Masih jelas diingatan ini. Siang itu masih sama seperti biasanya; panas, kering, begitulah Kota Padang. Pada Tahun 2008 itu adalah minggu pertama saya dikota berjulukan “Kota Pendidikan itu”.
Masih bersisa memar goresan ranting dilutut kanan saya saat seminggu lamanya mengumpulkan getah karet dikaki bukit kebun sibapak. Lalu kemudian dijual ke para toke sebelum berangkat ke Kota Padang via Bus (dulu masi beroperasi beberapa Bus “Legendaris” seperti Putri Tunggal dkk), uangnya dikumpulin lalu dibelikan untuk sepasang sepatu, baju dan sepotong celana.
Itulah hebatnya “ ingatan yang berkesan”, sudah belasan tahun yang lalu tapi masih segar diingatan detailnya: membeli baju kaos kerah bergaris horizontal bewarna cokelat, celana levis kebiruan dibubuhi sablon dipaha depanya, lalu sepasang sepatu kombinasi les putih dan cokelat.
Ini lompatan pertama saya pasca menyelesaikan SLTA adalah saat itu berjarak 116 Kilo Meter dari rumah. Berangkat dari keluarga yang sanagat biasa biasa saja, saya selalu punya keinginan untuk melakukan sesuatu danopsinya adalah keluar dari zona ternyaman saya. 2008 di kota Padang dengan kesadaran penuh dan segenggam tekat dihati “saya punya pilihan untuk bertumbuh” (itulah cikal bakal beberapa tahun kedepanya sibuk mencari uang tambahan di sela perkuliahan).
Mengenakan pakaian baru yang saya usahakan sendiri itu adalah modal awal, si pria yang berusaha memastikan semua itu bisa diupayakan asalkan siap capek dari hari biasanya.
Dari dulu entah kenapa saya menaruh minat pada yang namanya membaca, ketika menikmati buku dari paragraf satu ke paragraf berikutnya ”seakan-akan begitu nyata “saya sedang nongkrong santai sambil ngeroko’ plus ngopi ngobrol dengan sipenulis secara lansung”. bercerita tentang segela hal pengetahuan yang dimilikinya. Ngobrol lintas pemahaman ilmu,generasi, zaman,budaya, sosial dan sebagainya, ya hanya sama saya.” Jika di tanya buku apa yang bagus untuk dibaca dari deretan buku yang sudah saya selesaikan dari sepanjang SMA dan Kuliah, kembali keawal tergantung selera masing-masing, Non fiksi maupun fiksi selelu punya pesonanya sendiri. sisi lain karena memang saya suka sekali baca, faktor itu juga dipengaruhi oleh orang orang sekeliling kita, hal ini juga berlaku pada banyak hal.
Awal awal menjajal hidup sendiri di tahun 2008 di kota Padang, saya masih ingat kerap kali duduk lama dibeberapa tempat toko bacaan keren seperti Gramedia dll. Salah satu management toko jadi fovorite saya, bungkus plastik buku paling atasnya selalu dan “sengaja” dibiarkan terbuka agar pelanggan bisa baca, kondisi ini selalu saya manfaatkan untuk mengambil “pokok topik” disana. saya juga suka beli buku bekas/majalah dipasar loak, lantai dua pasar raya. terlihat usang tapi ilmu didalamnya tak pernah using tak kan lekang oleh waktu.
Banyak sekali moment-moment hebat tak terlupakan awal-awal lopatan itu saya eksekusi. mengosongkan gelas diri untuk siap menampung pengalaman ditengah hiruk pikuk kota terbesar di sumatera barat itu. Saya sadar keterbatasan senjata ditangan, tapi Allah SWT Maha adil selalu kasih alasan untuk kita dari pintu lainya, untuk tidak mundur minimal mencoba bertahan.
Tahun 2008 itu sudah 18 Tahun yang lalu, saya tahu ditahun itu belum tentu relevan dengan tahun 2026 ini, tapi tak pernah terbayangkan setelah lompatan pertama itu mungkin sudah puluhan lompatan besar berkesan secara pribadi terlalu Alhamdulillah.
Apa yang kita dapat? pengalaman, materi, family, pertemanan, itu semua adalah “Nilai” yang sangat berati sebab hal-hal yang sudah terlewati itu sudah pasti gak bakal bisa kita ulang lagi baik bentuk momentum dan rasa yang sama.
Tapi hari esok selalu memeberikan hal baru versi terbaru dan kenangan yang baru. Tahun 2008 balum kenal yang namanya Video call, Google, Yutube, Video game, Space X ,AI yang saat ini perkembangnya serta Nilai Impec dipasar global sangat besar melampui yang dibayangkan manusia pada tahun itu.
Beberapa tahun kedepan bisa dbayangkan bagaimana ledakan kemajuan teknologi semakin mengila, dan faktanya! kita hari ini kita semua dituntutut untuk bisa mengimbangi transformasi inovasi tersebut, bila tidak maka akan semakin tertinggal.
Jadi teman-teman saya suka membaca saya percaya kita semua juga punya sesuatu yang keren dan hanya kalian yang tau apa itu. Mari mulai dari yang sederhana, bertumpu dan bertopang pada apa yang kita suka, ayunkan badan ciptakan gerakan dan daya dorong untuk menentukan target sederhana dengan mereposisi dari kita dari yang sebelumnya.
Apakah itu kebiasaan,disiplin,sosial,pendidkan,hoby, usaha dan lain sebagainya.
“Waktu yang bernilai memberikan kita pengalaman lalu menciptakan dampak yang berarti”
Oleh: Farie

Tidak ada komentar:
Posting Komentar