Sabtu, 03 Januari 2015

SANG ARSITEK

Satu persatu gelas-gelas itu perlahan kosong, tampa sisa. kemudian ia kembali mengaum hingga beberapa detik dengan bunyi pelan tak ubahnya seperti suara gelembung didih air mineral dan campuran butiran beras didalam wadah megicom.  

isapan cairan alat Fiber Length dari gelas-gelas ukur itu berproses secara otomatis, hasil pembacaanya perlahan terbaca dilayar monitor computer berwarna hitam disampingnya. aku yang sedari tadi duduk diam di sudut timbangan analitik kembali bernostalgia dengan foto dokumentasi dua bulan yang lalu,  ya foto wajah-wajah keluarga besar tepat di moment pernikahan saudara laki-laki ku. tiga menit ku terpaku disudut ruangan ini, sambil menunggu beberapa sampel yang masih nangkring di desikator dan tentunya mau saya timbang beratnya beberapa menit lagi. 

Jam menunjukan pukul 19:01 (Waktu Indonesia Labor), suara hujan lebat di luar sana masih terngiang-ngiang di telingaku, menambah dingin ruangan ber AC ini menggoda ku untuk tidak melepaskan jaket biru tua yang ku kenakan sejak awal jam kerja masuk. Setelah perlahan menimbang berat beberapa saple, masih didepan layar  hanphone kembali ku tatap wajah-wajah yang begitu ku rindu [di banyak waktu], ponakan yang begitu lucu-lucu mengemaskan. mereka di lahirkan oleh saudara-saudara ku yang setia menjaga ke utuhan keluarga, kemudian yang tak kalah sosok yang paling ku rindu adalah sepasang manusia terbaik sejagat raya ini. 

Sosok yang asupan kasih sayangnya tak lekang oleh waktu,

Sosok yang kesetiaanya dalam lantunan doa-doanya tak terhadang oleh jarak yang memisahkan, 

Sosok yang selalu mengeluarkan air mata haru saat kita pulang walau membawa secuil kabar gembira, 

Sejatinya bukan apa yang kamu bawa yang membuat mereka menangis haru, tapi kepulangan mu yang selalu mereka nanti-nanti disekian lama, ia rela bersabar menahan rindu meski dalam diam.     


Hembusan udara dingin ruangan ini seakan menggambarkan suasana negeri dingin nan berbukit di tanah minang.
Iya tempat dimana aku dilahirkan, 
Tempat dimana berimajinasinya bocah-bocah desa yang menjadikan bukit dan sungai menjadi dunia fantasi mereka, 
Tempat dimana anak-anak kecil dekil bercelana pendek langsung main perahu air batang pisang sepulang sekolah, tak ubahnya seperti bocah petualang. 
Tempat dimana budak-budak ingusan mengerjakan PR dibawah temaram lampu minyak tanah, kemudian menuliskan huruf A B C D E nyaris tak berbentuk karena keseringan di hapus ulang menggunakan lilitan karet gelang diujung sebatang pensil yang hanya tinggal se jari telunjuk orang dewasa saja. 
Dan tempat dimana dua orang yang bersahaja yang setia merawat putra putri mereka tercinta, walau mereka tak pernah tau apa itu IPA, IPS,GEOGRAFI. 
Mereka adalah bapak dan ibu ku. entah bagaimana cara ku membalas jasa-jasa luar biasa itu.
Paras yang nan bersahaja, seiring waktu raut wajah itu secara alami makin terlihat garis-garis keriputnya, meisaratkan kenyang akan lika liku kehidupan. Wajah teduh itu dibanyak waktu selalu terbayang di pelupuk mata, kadang merindunya kadang mengkhwatirkannya, dan kadang ingin sekali berjumpa denganya.

Ini salah satu yang kadang menjadi dilema bagi seorang anak, atau mungkin bagi banyak orang yang hidup jauh dari seorang yang bernama ibu (orang tua). 
Ibu, Masih begitu segar dibenak ini bagaimana air mata mu bercucuran dipagi-pagi buta, aku tau pagi itu ibu pergi kerumah tetangga buat minjam uang buat SPPku yang sebetulnya sudah nunggak. sementara usaha buat minjam pagi itu tidak didapati sama sekali. 
Barangkali moment yang memilukan itu dimana tetangga yang didatangi ibu pasti masih tertidur lelap rumahnya, sementara ibu dengan sabar mengetuk-ngetuk pintu dari luar. Selang beberapa saat beliau menangis didepan bapak mungkin begitu cara terakhirnya demi membagi rasa kepada sang suami menyikapi perekonomian keluarga yang terasa begitu sulit kala itu, perlahan-lahan akhirnya aku menegerti waktu itu memang hidup terasa begitu keras. bahkan sangat sangat mengkhawatirkan, 
ingin rasanya pagi itu aku kembali membuka seragam putih dan celana panjang hijau SMP ku, dan gak usah saja bersekolah.

Tahun 2003 dan 2004 adalah masa dimana orang tuaku bekerja begitu keras demi anak-anaknya tetap bisa berangkat kesekolah tiap pagi, bahkan sempat tergadaikan beberapa petak lahan tanam padi yang keluarga punya. Begoknya malah dimasa itu aku makin jauh dari kata ngebahagian mereka, masih sering cabut di jam pelajaran.meski begitu kau masih dengan sabar menasehati.

Mengenai perangaiku, aku tau kenapa kau begitu benci dipagi hari disaat aku pura-pura sakit agar tidak berangkat kesekolah [*kareana malas], karena kau tahu bagaimana rasa perihnya hidup tampa bersekolah, hidup tampa potensi diri padahal butuh diasah bertahun-tahun. 
Ooooh... ibu maafkan anak mu ini, anak mu yang terlalu lamban mengerti betapa berat perjunganmu.

Penghujung tahun 2011 adalah tahun dimana air mata mu kembali berlinang, menetes.tapi kali ini adalah tangis haru, bahagia. kala melihat dua putra terakhirmu dengan melangkah mantap naik ke atas panggung dengan menggenakan toga keren yang disaksikan beratus-ratus pasang mata dan nama lengkap mu disebut oleh pembawa acara wisuda kala itu, kau begitu senang. aku tau saat itu adalah titik dimana bendera kemerdekaan kau kibarkan, bendera kebebasan dari perjuangan nan melelahkan, lebih dari 30 tahun menyekolahkan putra putrimu [mulai anak pertama mu].

Yah … 2011 adalah adalah tahun terakhir kami bergantung kepada mu, tahun dimana lengkap sudah anak-anak mu kau lepas, dengan lapang dada dan berat hati, kini kau kembali tinggal berdua dirumah tua kita. bak seorang suami istri tampa sang buah hati yang menemani, berteman dengan sepi. Masih ku ingat celoteh mu sambil tertawa dengan perasaan bercapur aduk “dulu awal-awal menikah kami hanya berdua, nah lho sekarang kami kembali hidup berdua, impas sudah”

ah… satu hal saat ini yang membuat aku tetap bersyukur tak terkira kepada ALLAH SWT,kini kau tinggal hanya menikmati masa pensiun berdua, menerima biaya hidup setiap bulannya dari anak-anakmu. berkat transfer doa-doa dalam sujut-sujutmu teruntuk putra-putrimu dimana mereka tetap masih bisa berkembang menjadi manusia yang lebih banyak berbuat lagi bagi orang lain.ya seperti yang kau cita-citakan.

Pelepas rinduku kita hanya sering saling bercita lewat telepone, dua pesan yang selalu terkandung dalam bait-bait obrolan kita, yaitu “sudah makan”? dan ‘sudahkah sholat’?, pesan untuk tidak mininggalkan sholat adalah pesan tersakral bagi darimu, kau selalu bilang dengan sholat kamu akan terjaga In syaa Allah. 
aku bersyukur sekali menyadari bagaimana seorang yang tak tamat SD ini begitu konsisten mengArsiteki sebuah keluarga agar besar agar masa depannya tak seburuk yang mereka alami. jujur saja anak-anak seumuran ku tak sedikit menyerah dan berhenti sekolah kemudian memilih untuk bekerja banting tulang membantu perekonomian keluarga di umur yang sangat muda.


***
Hujan diluar ruangan gedung labor ini sudah mulai terdengar reda, mungkin hanya tinggal rintik-rintik kecil seakan tak berarti turun dari langit malam. Tak terasa jam sudah menunjukkan waktunya pulang, semoga usaha sejauh ini menjadi pijakan awal untuk mendisain masa depan lebih produktif lagi, lebih banyak berbuat untuk kedua sang ARSITEK ku [orang tua], untuk seorang ibu yang sangat  ku cintai  <3 .  








terimasih telah membaca ^_^



Farieco Paldona Putra 


Kamis, 01 Januari 2015

I LOVE ROHIS ^_^ SMA 1 PANTAI CERMIN

Rindu… 

Berjuta untaian kata perlahan menerawang, mengalun merdu meraba sang waktu
Pejamkan mata, seiring menuai rindu-rindu yang sempat hilang ditelan waktu
Jejak-jejak pijakan kaki mungil itu merayuku bercerita tentang  sepotong episode
Ya, sebuah episode dimana lebih dari sekedar Cinta

Kilas ku terbayang, mengiring membawa ku kembali ke suatu masa,
Merindu akan raut-raut wajah mu, mengisi di setiap potongan-potongan mozaik kenangan tak terlupakan
Hingga kebersamaan menyatukan hati-hati kita, izin sang Maha Cinta berkerja didalamnya.

Episode itu tidak akan pernah terulang, tapi halaman-halaman coretan putih itu selalu ada
Waktu tidak pernah melangkah mundur, membawa kembali hingga kesatu titik,
Dan senja tak pernah terulang
Tapi pagi selalu menawarkan cerita yang baru

***
Assalamualaikum w.wb  hoi..hoii..hoii.. temen-temen apa kabarnya? 
Somoga dalam keadaan sehat dan tentunya tetap semangat “Allahuakbar !!!”.hai hai… semua tau ngak? Ndak tau kenapa beberapa hari ini saya dihantui oleh manusia-manusia tergokil masa-masa umur 16an lho.. iya, mereka tuh kayak Zombie cakar-cakaran hingga jambak-jambak rambut saya haha. *bukan! bukan..bukan.. maksutnya, ane lagi kangen banget sama mereka teman-teman SMA T_T uuhhh. JUJUR deh… kalo bicara tentang kisah masa-masa SMA selalu seru buat diinget-inget betul tidak? Misalnya nih; “kisah kasih disekolah”, “catatan si boy”  ** haha.. jadul banget. 

Oke, Beberapa hari ini ane jadi kangen sama teman-teman spesial yang selalu dihati, Luar Biasa. Kamu pernah denger Ekskul yang namanya itu paling KEREN se-Jagat Raya? Yap, jika kamu berfikir tentang kata  “R-o-h-i-s”! jujur bro salut saya,  ‘kamu luar biasaaaahhh’. B-) Hehe udalah jangan berlama-lama
 
Check it out….

Ini adalah sepotong cerita Rohis SMA , bak segenggam memoar yang isinya kisyah-kisyah sejarah yang penuh tawa ceria setidaknya lebih dari sekedar tawa para arwah-arwah, pejuang-pejuang penuh darah-darah hulalahh… hingga masing-masing diri merasakan “WAHhhhhh”’” …dalam berserah..berserah!! 

“berserah ke siapa akhi”?? Ya berserah kepada Allah yang Maha Pemurah…….. dong yah :D

Rohis itu adalah: hayo apaa hayo?? 

hmmmmm.. Rohani Iskandar?? 

Hmm ..Atau Rohjali Iskandhar??

Atau Rohani iblis??, hulalaaa… buset daaahhh! mau digampar anak-anak Rohis se-Indonesia lu!?hohoho :D ...ohh, bukan juga. So apa dongg?

ajiiiiibbbb, ya tentu saja teman-teman semua sudah pada tau dong ya, yup...Rohis itu singkatan dari Rohani Islam... men! Ini tuh tempat dimana kumpulan anak-anak yang (katanya) alim, energik, pinter-pinter, suka nulis, ganteng-ganteng, cantik-cantik, jago makan ^_^, jago NgeBlog, jago ngaji, jago ngitung duit infaq, bahasanya santun, terkadang nih yah karena saking santunnya pantes untuk diberi santunan...eh eh eh...tapi nyatanya nggak gitu juga lho,

ada juga lho yang...suka bego-begoin, suka telat, ngomong kadang kotor, suka pasang pager *eh maksutnya manjat pager, gemar cabut, suka mojok di kelas hahaha (hayooo...), suka-suka ane dahhh...hehehe...

So, ngak semua anak Rohis itu alim, karena Rohis itu untuk semua orang...wadah dimana teman-teman ingin menjadi lebih baik... yuk masuk rohis! ^_^. dan untuk menjadi baik pasti awal-awalnya rada-rada merasa kurang sana sini. Untuk menjadi sempurna adalah kemustahilan kan, tapi untuk mendekati sempurna...itu masih masuk akal dong yak. Karena ”Rohis juga manusiaaaa!” kadang kalo lagi suntuk suka majuu-munduuur cuantikkkk!! juga haha.. *maklum men!! Syahrini jadi-jadian :-D

Rohis Al-Mahdani angkatatan 2005 SMA 1 Pantai Cermin, kabupaten Solok.Sumatera Barat.
teman-teman ada yang tau dimana SMA ini? Sekolah ini berada di daerah Kayu manang,Surian. sekolah negeri ini posisinya diperbatasan kabupaten Solok dan Solok Selatan. (inget Solok ya bukan Solo) hehe…

Ceritanya tuh dimulai dari sini, Awal-awal masuk SMA . waktu itu hmmm..tahun 2005, berangkat dari wajah kami yang masih sangat imut-imutnya *hehe, awal dari segalanya awal untuk menjadi seorang aktifis yang benci akan anarkis, seseorang yang mampu menjadi solusi di tengah-tengah masyarakat. 

Seperti biasa di sekolah-sekolah pada umumnya, siswa-siswa baru dipengujung kegiatan MOS pada di tawarin tuh oleh senior-senior, mau ngikutin ekskul apa, ada pramuka, basket, Rohis dll.. karena saya yang sedari Sekolah Dasar hingga Madrasah (SMP) suka sekali dengan kegiatan Pramuka (berkemah) maka masuklah kekelompok kepramukaan yang diorganisir oleh beberpa senior.

Akhirnya pilihan jatuh ke Pramuka dan Basket. Ini nih tanda tanda masih ababil banget, selalu terpengaruh dengan sesuatu yang kelihatannya “keren”. waktu itu entah kenapa Kegiatan kepramukaan disekolah agak fakum aktifitasnya, ngak tau kenapa deh. 

Suatu kali saya dan sahabat  saya  namanya Arif, saat “krida” hari itu hari sabtu. Tiba-tiba saya di ajak oleh salah seorang sahabat entah kelas berapa dia, ia bersayap, mungkin dia malaikat dari syurga.hahaha :D ahhhhh,,,, gitu deh pokoknya. dia ngajak 

“hy bro yuk ke mushollah” ‘ teman-teman Rohir lagi bedah Film lho… :-D” 

jujur saja awal nya saya tidak tertarik sama sekali saat itu, ya palingan denger ceramah…. Ya secara anak Rohis Gitu laho… (dasar saya pemikiran sempit waktu itu).

Sahabat saya Arif waktu itu pertama kali membuktiin meimplementasikan arti dari namanaya “Arif artinya sama dengan bijak”. nah..dia tu bijaksana banget,.. buktinya dia ngajakin saya
“yaudah yuk…” ‘kita ikuti tuh apa yang di lakuin oleh anak rohis dimushollah’," .dari pada bengong.
di mushollah cukup rame dengan teman-teman yang sedang asik ngelototin sebuah TV GEDEE.. (Gede pada zamannya sih!),waktu itu lagi diputar Film Documenter karya Harun Yahya, tentang kehidupan. 
jujur saja waktu itu adalah pertama kali saya nyaksiin karya Harun Yahya, film documenternya KEREEEN!, sampai-sampai saya mau bertahan duduk beberapa lama di forum itu. setelah selesai nonton saya nengokin pembinanya dan kakak kelas pada buka sesi Tanya jawab PLUSS pesan dan kesan gitu khusus dari peserta. 
Tampa diduga kesan pertama terasa hangat dan menarik, membahas film yang kebetulan menarik bagi saya.
akhirnya saya dan sahabat saya Arif memutuskan untuk ikut di acara beda film selanjutnya, perlahan tapi pasti saya mulai menemukan dan bergaul dengan teman-teman yang jago bicara didepan umum, jago ngaji, jago mengemungkakan pendapat dan mereka sangat terbuka.*ngak nyangka. -_-

Saya yang awalnya cuek, kini punya banyak teman di ekskul Rohis mulai ikut kegiatan pengembangan diri ala rohis setiap minggunya, asik. Waktu itu saya lebih memilih Rohis dari pada pramuka, waktu itu awal 2006 saya putuskan untuk ikut rohis, tentu saja sahabat saya nan bijaksana (Arif) selaku ikutan, kegiatan Rohani Islam itu banyak banget hal menarik yang saya dapatkan, kamu tau apa? Rohis SMA 1 Pantai Cermin itu punya konsep yaitu pengembangan diri yang baik dan menjadi siswa yang bermanfaat bagi orang sekelilingnya, dan tentu saja berintelektual yang baik. 

Kegiatan rohis itu beragam setip minggunya, jadi ngak melulu Denger ceramah dari seorang ustad. Bukan… bukan itu saja, minggu pertama kita bedah film, minggu kedua materi dari Pembina, minggu ketiga kita praktek berpidato/kultum secara pribadi di depan teman-teman, minggu ke empat kita “curhat” minggu ke lima kita Games dan minggu ke enam kita tafakur alam. nah Konsep belajar seperti ini yang bikin saya dan teman-teman rohis demen dan tentunya semangat buat belajar dan ngikutin kegiatan-kegiatan setiap minggunya, ohya Tim Nasyd juga ada lho. (metode ini bisa di contoh oleh Rohis lainya yah :D)

Memang betul, oke dan ngak okenya pribadi-pribadi yang bernaung disebuah organisasi di pengaruhi oleh Pembina didalamnya. Pembina kami adalah seorang guru Agama (bapak Emrifa) beserta Istri belau (bu Devi) yang kebetulan guru kimia kami (apa kabar bapak dan ibuk ? semoga sehat selalu aamiin.. *kami kangen T_T) mereka pusat inspirasi dan guru terbaik sejagat sungguh guru yang patut kami teladani. 

Dan kebetulan, di tahun 2006 itu dalam aktifitas rohis juga di semangati oleh seorang akhwat (kak ninin) dan ikhwan (kak Ari dan kak Ade) yang berstatus mahasiswa di perguruan tinggi di Padang, tentu saja mereka alumni Rohis SMA N 1 Pantai Cermin.

Secara konsisten mereka lah cikal bakal pembentuk kepribadian kami, mendorong agar menjadi lebih baik, memotivasi dan selalu mengajarkan hal-hal keren kepada kami.      
  
Di angkatan 2005 adalah titik awal dari kemajuan sebuah kegiatan ekstrakurikuler pengembangan diri yang bernama Rohis Al-Mahdani di SMA 1 Pantai Cermin. Teman-teman tau kenapa? Karena diangkatan ini lah secara kuantity kita oke, acara rutin berjalan dengan baik, dan tentu saja teman-teman didalamnya baik-baik. 

Satu hal yang menjadikan alasan bahwa saya pribadi menjadikan Rohis adalah keluarga, parameternya adalah kebersamaan, ya kebersamaan itulah menjadikan diri merasa dihormati, merasa dihargai, merasa ada nilai kesetian, merasa ada diantara sebuah kelompok yang selalu melindungi dan mendorong untuk menjadi lebih baik. 

Kamu tau? kebiasaan kita di rohis itu adalah kita saling mengunjungi, saya masih ingat posko utama kita selain mushollah adalah rumah Buk Devi/Pak Em. Nah disini lah kita lebih banyak belajar tentang komunikasi, kerja sama dan tentunya memperkuat Ukhuah diantara kita-kita. 

Setelah mau setahun saya berada dirohis saya lebih merasa itu bukan sekedar suatu organisasi Extra dari sebuah instansi yang bernama Sekolah, tapi lebih kepada sebauh keluarga, yaitu keluarga yang bertopang pada nilai Islami. Gimana tidak coba! coba lu bayangkan, kita tuh belajar kelompok, belajar ngaji, nyanyiin Lagu Mars Rohis(Bingkai Kehidupan), belajar ngomong didepan umum, mendisain Madding, masak makanan, bersihin mushollah, tafakur alam/jalan-jalan, Mabit (malam bina iman dan takwa), ngeGames dilapangan terbuka, berdiskusi, saling mengunjungi jika ada yang sakit, dan bahkan sampai ke Curhat, nah itu semua kita lakukan secara bersama-sama, iya bersama-sama …..! kebayangkan sedihhhhnya….  Serta menangung rindu disaat Perpisahan kelas tiga nanti??? …..  wahhh jangan ditanya, T_T sedih bangettt men! 

Oke, ini sebuah kisah kebersamaan yang jauh lebih indah dari sekedar cerita cinta picisan yang kita kenal “kisah kasih disekolah” dimana bercerita tentang dua orang monyet #eh,, sory, maksutnya dua orang bego’ yang lagi sindrom cinta monyet,hehe… *afwan hanya becanda :D

Ya jauh lebih dari sekedar itu bro, dan saat ini dari hati yang sanggat dalem saya merindukan kalian semua, salam rindu salam ukhuah luar biasa, semoga suatu hari kita akan berkumpul lagi di tempat yang asik buat bercerita, aamiin . I LOVE YOU ALL BECAUSE ALLAH.

Buat yang pertama, yang sepesial di hati tentunya, salam cinta buat Bapak Emrifa, begitu juga dengan Ibu Devi beserta putra dan puntri (mungkin sudah pada gede sekarang yah ^_^)

Yang kedua, buat senior-senior yang luar biasa salam rindu buat Kak Ari, kak Ade, Kak Bus, Bg Jul, kak Ninin, Kak Tesi.

Yang terakhir  nih.. buat manusia-manusia ter Kece sedunia, mudah-mudahan saya tidak salah ngetikin nama kalian semua yah ^__^ 

Buat yang Ikhwah : Mayardi Bupe Amsauri, Arif Mulyadi, Mory Satria, Januardi, Muhamad Irsyad, 

Buat yang Akhwat : Rini Yulymarlina, Umul Husni, Afrianil Fitri, Afni, Asmarni Fajriah, Yulita Fitra Suryani, Rahmita Etna, July Hartati, Yunita Roza   

Duh… barangkali masih banyak yang lain, tapi tentu saja ini adalah makluk angkatan 2005, [yang aktif dan tentu saja yang saya inget hehe]  
ini lah manusia-manusia yang ku rindu bertahun-tahun. Gimanapun kondisi kalian sekarang, seperti apapun itu kehidupannya, tak masalah yang penting kita pernah ada disini, di keluarga besar Rohis SMA N 1 PANTAI CERMIN dan kita tetep bersaudara, berkeluarga, dan suatu saat nanti kita akan kembali menjalin silaturahim In syaa Allah yah.

Buat teman-teman adik-adik kelas dimanapun berada tetap semangat juga dong yah.
Ada yang hafal lirik lagu bagus ini?? :-D jika kamu tau! pasti kamu KEREN!! :D

Reff 1

Aku anak rohis                   
Selalu optimis                        
Bukannya sok narsis        
Kami memang manis       
         
Kubuka jendela pagi                                           
Rasakan hangat mentari                                                         
Mulai kulangkahkan kaki                               
Semangat tinggi di hati        
                            
Di sekolah berprestasi
Tak lupa aku tuk mengaji                 
Sebagai bekal di dunia                     
Dan akhirat nanti…       
                      
Reff 2 :   
Kami aktivis                                                                                           
Benci anarkis                                   
Walau kantongku tipis
Bukan teroris

Kepada
Ayah dan bunda
Baktiku selalu tercurah
Agar berkah serta mudah
Jalani semuanya Lillah

Bersama kawan lewati Hariku
Dengan berbagi  
Syukuri dan tafakuri
Kebesaran illahi

Interlude :

Walau ku punya jenggot tipis    
Tapi ku bangga jadi aktifis
Kumasih bisa berfikir logis
Aku Anak Rohis Anti anarkis
 ^_^
Silahkan lihat di YOUTUBE yah, judulnya : Rohis Bukan Teroris - Munsheed United feat. Asma Nadia
---------
Kita semua di ajarkan untuk berbuat sesuatu yang berguna untuk diri, keluarga dan orang banyak, dengan memiliki kepribadian produktif  berdasarkan potensi masing-masing, saya percaya dengan bersatu padu kita bisa membentuk masyrakat mahdani, optimis, In syaa Allah.

Orang bilang kebijksanaan adalah
posisi dimana kamu mampu bersabar dan bertahan, baik itu kuat dalam kondisi bahagia dan kuat dalam kondisi yang sulit, tak berlebihan tidak jua dalam kekurangan,
Karena ia menyadari semua ini hanyalah fana tak lebih dari kehdupan dunia yang begitu pendek

Karena yang bakal kita temui adalah kehidupan setelah kehidupan
Yaitu dimana kita bertemu muka dengan Ar-Rahman,
Sang Kekasih Sejati



ngak banyak dokomentasi yang saya punya, inipun dibela-belain mintak kirimin hehe..


















dan selalu gregetan kalo lihat photo-photo jadul diatas,..  :-D

kami anak rohis, kami memang manis ...  :-)



Terimaksih telah membaca.... ^_^ 

Assalamualaikum.w.wb


Farieco Paldona Putra

Rabu, 03 Desember 2014

ABIYU GHALY MAULANA

Assalamualaikum.w.wb :)
 
~~~~
selamat datang sayang,
tempat dimana kamu ditemani oleh orang-orang terbaik, penuh kasih sayang dan cinta,
tempat dimana kamu diberi rentang waktu tertentu untuk berbuat sepenuh hati untuk umat,
tempat dimana kamu diberi jutaan pilihan dan kesempatan-kesempatan yang membuat kamu tahu indahnya memberi manfaat.
sayang, pandanglah negeri ini menurut hati dan pikiran mu. jadilah seperti yang kau mau, bikin sesuatu yang terkeren dari sudut pandang unik mu.

~~~~ 
Biyu sayang kamu tau? sore itu aku baru saja belik dari kediaman orang tua mu diMarapoyan, Pekanbaru. seperti biasa dibanyak kesempatan saat hari libur aku sering mengunjungi kakak kandungku Devi Hendriadi (Ayah mu) dan Uni Fitrianis (Ibu mu), semua itu tentunya demi memastikan kabar dan kondisi mereka dalam keadaan aman dan baik-baik saja.

Sore itu dijalan Sudirman saat aku baru selesai membeli ticket bus untuk kembali ke Perawang (tempat dimana saya bekerja), beberapa menit kemudian Handphoneku berbunyi teryata itu dari ayahmu, beliau ngasih tau bahwa ibumu kemungkinan besar besok siang akan melahirkan. Oke, saat itu ku putuskan untuk membatalkan pulang dan menyerahkan kursi kepenumpang lain. Dengan ransel hitam penuh isi yang sering ku bawa bepergian, aku kembali balik ke Marapoyan. Tentunya membatalkan janji dengan teman-teman diperawang kemudian menemani dan menunggu detik-detik moment tak terlupakan itu bersama kakek dan nenek mu (orang tua kandung ibu mu) dimana mereka dengan setia menemani ibu mu hingga beberapa bulan sebelum jadwal kelahiran mu. 

Aku bisa merasakan hari itu adalah detik-detik TERBAIK dalam hidup Ayah dan Ibu mu, kamu tau? Bukan, bukan sehari itu saja tapi, sepanjang hari terutama dibulan-bulan semejak kabar baik itu muncul ditengah-tengah keluarga besar kita. Ayah dan ibu mu  selalu bikin kondisi se-Ideal mungkin demi satu hal, yaitu demi memastikan kondisi mu dalam keadaan yang baik. Mereka begitu menunggu kedatanganmu sayang. Dan hari berbahagia itu datang pada 20 maret 2014 , tepatnya di RS AWAL BROS Pekanbaru.

Biyu sayang entah apa panggilan kamu nanti, ini adalah sepucuk Surat yang mungkin akan kamu temukan dilemari tua rumah mu suatu saat. semoga kamu sempat membacanya nanti, mungkin belasan tahun dari sekarang :)

Anak ku sayang, masih segar diingatanku, betapa bahagianya ibu mu kala itu saat kamu pertama kali muncul kebumi ini, penuh haru dan bahagia yang tak terkira, ditengah sisa rasa sakitnya masih terasa luar biasa tengah ia rasakan. Begitu juga ayah mu yang siang malam menjadi calon ayah siaga, aku yakin hari itu adalah hari yang paling istemewa disepanjang hidupnya, tergambar diwajah dan ekpresinya. 

Telah lama mereka menunggu mu sayang. Ibu mu menghadapi kesakitan yang sangat luar biasa bahkan dari mulai mengandungmu, peranakanya yang lemah hingga ibumu menjaga secara ekstra ketat agar pertumbuhan kamu tetep dalam kondisi baik. mengandung dan berjuang manjaga mu, melindungimu dalam kehangatan sepanjang hari sepanjang rentang waktu sembilan bulan. bahkan hingga tulisan ini ku tulis rasa sayang itu tidak berkurang sedikitpun. dia menjagamu dalam suka dan duka, maka suatu saat nanti jika kamu sudah besar jagalah ibu mu seperti beliau menjagamu dengan seluruh nyawanya, bikinlah mereka bahagia sayang.

Ohya, ayah dan ibu mu sudah menceritakan tentang uniknya mereka berdua belum? Baiklah akan aku gambarkan ayah dan ibu mu saat muda dulu. ayah dan ibu mu adalah dua insan  yang sangat serasi,(paling serasih dikeluarga kita). serasi sekali, mereka dipertemukan ditanah minang, iya di tanah kelahiran keluarga besar kita. Sayang tak bisa saya menggambarkan betapa pekerja kerasnya mereka berdua, ayah mu adalah seorang profesional muda berjiwa pemimpin, dan ibu mu adalah seorang guru pendidikan yang konsisten dipulau yang berbeda, dan tentu kamu sendiri tau ‘Guru adalah tolak ukur dalam kecerdasan dan kemajuan bangsa ini’. Dan banyak lagi hal luar biasa dari mereka sayang, kamu harus janji pada ku, pada paman mu ini. Kamu harus jaga mereka sebaik-baik mungkin, bikin mereka bangga.

Kamu sempat mengenal kakek dan nenek (orang tua ku) belum? Baik akan aku kasih tau. Orang tua kandung ibu mu maupun kedua orang tua kandung ayahmu adalah sosok yang yang sangat-sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dan kebaikan kedua orang tua mu, hingga saat ini. Aku masih inggat semenjak awal-awal bulan ibumu mengandung, kakek dan nenek mu dibela-belain untuk bolak balik dari padang, solok ke pekanbaru hanya untuk menjaga ibumu sayang, mereka tinggal berhari-hari hingga berbulan-bulan dipekanbaru menemani ibumu dan memperhatikan pola aktifitas, pola makan, pola hidup yang baik demi perkebangan mu tetap oke. 

Sementara paman mu ini juga sering balak balik dari Perawang- Pekanbaru setiap weekend, dan kamu tau saat itu betapa hanggatnya kebersamaat kami kala berkumpul disini ditanah lancang kuning ini bersama kakek mu, nenek mu, kedua orang tua mu tercinta, serta aku paman mu dan tentu saja secara tidak langsung kamu juga ikutan berkumpul ditengah-tengah kami sayang.

Biyu anak ku, surat ini ibaratnya berupa deretan titik-titik tinta hingga terbentuk sesuatu yang disebut ‘manusia’. Yap, manusi-manusia terdahulu (termasuk kami) minitipkan segenap Impian dan cita-cita masa depan digenggaman mu. Jika itu semua tidak terdengar berlebihan sayang.

Oh ya kamu tau aku paman mu ini dan kakak kandungku (ayahmu) adalah dua dari enam sosok yang terlahir dari orang tua (kakek dan nenek mu) yang suka bekerja keras. Kakek yang sederhana dan selalu mengutamakan pendidikan buat anak-anaknya, walau sesulit apapun hidup yang ia jalani. Aku masih ingat pesan kakek mu dulu, duluuu… sekali. saat paman masih Sekolah Dasar, kamu tau apa pesannya? 

Gini “anak ku jika kamu ingin bahagia dimasa yang akan datang maka tuntutlah ilmu sebanyak-banyaknya maka ilmu itu akan menolongmu,  jangan pernah menyerah” 

dan satu hal lagi yang istimewa kamu tau? dari kakek dan nenek mu yang hanya tamatan SMP dan tidak tamat SD itu, telah melahirkan Putra dan Putri yang nyaris semuanya Sarjana. Ini sangat membahagiakan. Hmmm…  Jika kamu bertanya meneganai kondisi ekonomi keluarga saat itu? seperti apa mengkhawatirkanya dulu?, suatu saat coba lah kamu tanyakan ke pada ayah mu. 

Sekarang saatnya biyu ikuti jejak-jejak keluarga, yang kebetulan lebih dahulu dari mu menginjakkan kaki di mungka bumi ini. Berjuanglah demi pendidikanmu, belajarlah dari siapapun, terbanglah kedunia dimana kamu merasa hidup dibidang itu. gapailah mimpi-mimpi besar mu sayang, karena sejarah telah menyuguhkan contoh pada mu bahwa kemauan dan kesungguhan hati adalah awal dari keberhasilan.

Membicarakan mengenai kakekmu ada hal yang unik darinya, ia adalah sosok yang gemar berpindah-pindah dan bepergian ke hutan-hutan belantara atau daerah-daerah tertentu dalam jangka waktu tertentu demi menghidupi keluarga yang ia cintai. Beliau bersedia bekerja apa saja asalkan halal. Beliau juga gemar bersilaturahim kekediaman family-familynya diwilayah lain. 
Sama halnya dengan Ayahmu ia bekerja yang sifatnya berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lain, dari satu kota ke kota lain aku tau ia menyukai hal itu. tentunya dia selalu menikmatinya. Suatu hari paman mu ini tersadar ternyata  sifat gila berpetualang yang ada pada paman  adalah turunan dari kakekmu, sangat penasaran tentang Alam, mengenal daerah-daerah baru yang selalu tergoda untuk dikunjungi dan tak sabar untuk menelusurinya. Telah lama paman mencintai Negeri ini. Itulah salah satu dari sekian banyak kesamaan kami. 

Biyu sayang berbicara tentang kehidupan, mungkin suatu saat dengan didikan serta aturan-aturan orang tua kepada mu terkadang membuat kamu kesal dan bahkan menjengkelkan. kamu tau sayang?, itu semua adalah salah suatu cara mereka untuk mengajari mu, itulah cara mereka menjaga mu, mendidik mu agar kamu tegar dan kuat sebelum siap berkelana dalam menjalani kehidupan nanti. Maka sadarilah sayang mereka begitu sangat-sangat mencintai mu.

hal ini terkadang memang tak selalu mudah termasuk dilingkungan sekitarmu nanti. tengah kamu menikmati hari-hari, akan ada saatnya kamu marah dengan keadaan dan adakalanya kamu berontak dengan situasi yang tak selaras dengan pola pikirmu. Kadang hidup ini penuh ancaman-ancaman. Tapi, kamu jangan khawatir tentang semua itu, akan ada sepasang malaikat yang paling setia didunia, ia akan selalu ada disamping mu. percayalah mereka akan menjagamu sepenuh hati, penuh cinta, kasih sayang, hingga tingkat kesabaran yang tak pernah kamu bayangkan sebelumnya. Dia adalah ayah dan ibu mu.

Sayang, akhir kata bersama surat ini. cepat atau lambat tentunya aku dan generasi pendahulu mu akan hilang ditelan waktu. 
Dikala aku dan tentunya kami semua telah tiada nanti, surat inilah pertanda kami semua pernah menapak dan menggoreskan sejarah dimungka bumi ini. Meski terlihat sangat mungil meski hanya berupa percikan cahaya kecil. 

"Sejatiny apa yang terucap akan sirna, apa yang tertulis tentu akan tertinggal selamanya."

Tersenyumlah Biyu sayang, ukir sesuatu yang keren dimungka bumi ini. Berbahagialah, hapus tangis mu dan terbanglah setinggi-tingginya, raih lah mimpi-mimpimu. Kami semua menyayangi mu.



Salam rindu, tak sabar untuk bercerita dengan mu secara langsung ^_^



Paman  Farieco Paldona Putra


Pekanbaru. Sunday, December 02th , 2014


   
 ~~~~

BERERAPA SAAT SETELAH KAMU TERLAHIR KE DUNIA ^_^
 LEBARAN IDUL FITRY 2014 [orang tua mu]

 ALAHAN PANJANG [26-07-2014]
 
DAN, SAAT KITA SIAP UNTUK JALAN-JALAN SORE ^_^


Terimakasih telah membaca :)




Farieco Paldona Putra