Selasa, 26 Mei 2020
Pagi yang mengispirasi
Apa yang bisa kita lakukan banyak hal tak dapat terjadi sesuai keinginan. Maka teruskan lah berbuat jangan pernah berhenti bak burung yang menghiasi semesta tiap pagi.
Selasa, 05 Mei 2015
JEJAK LANGKAH Episode 10 : "Negeri Hobbit di tanah Indonesia ku"
Terik
matahari begitu terasa menyengat diubun-ubun, panas lekang diantara permukaan
hamparan pepasir yang luas. Menuruni, menelusuri gunung kawah jalanan pasir
yang mungkin sudah jutaan orang melewati tempat ini. panasnya cuaca siang tidak
menyurutkan langkah kaki orang-orang berkunjung ke gunung tua ini. Kuda
hilir-mudik tiap sebentar, sama halnya mas-mas si pemilik kuda nan tak pernah
bosan menawarkan jasanya kepada orang didepannya “kang
kudanya kang” cukup empat puluh ribu saja”.
Jasa kuda ini
sudah biasa ngantar para pengunjung hingga tangga pertama dikaki gunung kawah,
biasanya yang mau naik kuda ini adalah anak-anak dan kaum ibu-ibu yang tak
cukup kuat untuk jalan naik keatas. Sepanjang jalan penurunan kita akan
disuguhi bau pesing kotoran kuda beserta debu pasir yang menganggu pernafasan
dan pandangan (sebaiknya kenakan masker dan dan kaca mata hitam).
Didataran
bawah kita akan makin menemukan keramaian para pengunjung, selain kuda yang
bersusun siap di gunakan jasanya, disini juga banyak terdapat mobil Jip-jip
berbagai warna, kerennya tetap bikin asik. Dibawah sini juga kamu akal banyak
menemukan para pedagang, jual kaos khas Bromo, bunga Ederwais, berbagai macam
minuman Es, makanan kecil, bahkan bakso dan sejenisnya, ini tehh Gunung atau
Pasar ya?? .. hehe.
Bersama
rombongan yang lain kita kembali berkumpul diarea dataran parkir, berbarengan
kembali melanjutkan perjalanan menuju Gunung Sumeru. Bersama teman-teman, justru
target utama bukanlah puncak gunung Sumeru, tak lain adalah Danau Ranu Kumbolo.
Perkiraan waktu cukuplah sekedar
untuk meneguk air segar di ranu
kumbolo walau tengah malam tak apalah. Sepeda motor kami perlahan-lahan kembali
bermain bersama hamparan butiran pasir yang seakan tak berkesudahan ini.
melintas diantara angin yang kencang sang terik masih menyengat di hidung dan
wajah kami (jadi belang bos haha).
Melewati pasir juga menjadi tantangan
tersendiri bagi kami semua, kadang pasir yang dalam membuat roda tak mampu menarik
beban sepeda motor bebek ini, tak jarang oleng kiri dan kanan, rentan mengalami
kecelakaan. Medan pasir seperti ini kudu gas pelan-pelan, kalau tidak ban depan
akan membanting secara mendadak, ada diantara rombongan kami motornya oleng
kiri dan jatuh. untung saja tidak kenapa-kenapa, sepeda motor kami rata-rata
bebek semua huhu, beda lagi ceritanya kalau pakai trecker bro hehe.
Setelah kira-kira
satu jam perjalanan kita akan memasuki kawasan padang semak, padang ilalang dan
padang tanaman hijau, di kawasan ini secara perlahan kita akan meninggalkan
medan pasir. Makin kesini makin menunjukan nuansa bukit-bukit yang indah, bukit
hijau lereng yang menawan, ada bunga-bunga yang indah di sisi-sisi jalan yang
kami lewati.
Terus berjalan
mengikuti jalan setapak berbatuan sepeda motor kami cukup greget melewati rute
ini, tapi seakan tak terasa karena didepan kami pemandangan luar biasa indah.
Salah satu dari kami bilang “kawan-kawan
inilah yang disebut banyak orang “bukit teletubbies” bukit yang terhampar luas
berwarna hijau dan rapi. “Ahhh.. mengagumkan, terimakasih Tuhan”.
Udara panas
matahari siang masih meliuk-liuk menjilati mungka-mungka kami, tapi mata masih tetap
di hypnotis dengan lukisan alam yang
tak bisa diungkapkan dengan bahasa batang
pasampan sekalipun. Lereng bukit yang terjal ditumbuhi hijaunya gulma-gulma
memukau dan bunga-bunga liar seakan menyapa setiap siapa yang melewati jalan
ini. saya sempat terfikir “beneran saya
berada di Indonesia”??, serasa bak negeri hobbit yang tak nyata, tapi ini benaran nyata.
ya Tuhan ini hanya bagian terkecil dari Indonesia, saya semakin jatuh cinta
dengan Negeri ini, selalu penasaran setiap perjalanan, dan semakin jatuh hati
pada Indonesia.
Tenang saja
agar kalian terpancing untuk memulai perjalanan yang paling menarik dalam hidup
kalian, saya akan selalu menampilkan gambar-gambar yang saya abadikan sendiri. saya
suguhkan special buat kalian teman-teman pengunjung setia blog ini ^_^.
****
Medan jalan
menuju kawasan taman Nasional Bromo Tengger Semeru sudah agak lebih terjal,
rute berbatu dan dinding kiri jalan masih cukup tegak. disini sepeda motor kami
kembali diuji ketangguhannya. Semakin lama semakin jauh perlahan meniti ketas
diantara pohon-pohon dipinggiran bukit.
Makin kesini alam masih tarus memanjakan
mata-mata bagi siapa saja yang sampai hingga kesini, bukit dan padang rumput
terhampar luas memperlihatkan pesona alam sesungguhnya batas kaki bukit dan
bahkan bukit-bukit itu sendiri.
Kami sudah
sampai dipertigaan kawasan taman Nasional Bromo Tengger Semeru, dipertigaan ini
jika kamu lurus adalah arah menuju Surabaya dan malang, sedangkan ke kiri
adalah rute menuju gunung Semeru. Gunung tertinggi di pulau Jawa.
Angin cukup
kencang diantara rerumput ilalang melambai-lambai dipinggiran, konsisten mengikuti
dorongan angin. jalan berukuran sedang dan ber aspal satu jalur, menuju dataran
tinggi perkampungan Ranu Pane, rute jalan sangat berfariasi, naik turun,
kelokan tajam dan tetap saja pohon disisi jalan setia menemani.
Dari sisi
kiri rute ini kita masih dapat melihat hamparan padang rumput dibukit-bukit Teletubbies,
disisinya lagi masih terlihat hamparan pasir terlihat guratan jalan setapak
yang kita lewati tadi, Keren.
Sekitar 50
menit perjalanan kita akan disambut dengan mekarnya sayur kol, hijau bersusun
daun bawang merah, dan rapinya barisan tanaman kentang ditengah pematang ladang
disisi kiri kanan jalan. jalan sudah mulai tak ber aspal lagi, rumah penduduk
sederhana berjejer dipinggir-pinggir. Terus mengikuti jalan ini, kami semua
dari kejahuan disambut oleh sebuah gerbang besi bertuliskan, “selamat datang diwisata Ranu Pane”. Lumajang, Jawa Timur.
Parkiran
sepeda motor tak jauh dari sebuah mesjid sederhana, kami menumpang tempat dan
waktu untuk istirahat sejenak sekaligus menunaikan sholat jumat. Mata yang
masih protes-protes karena kurang tidur kini makin rapuh disiram dinginya air dataran
tinggi ini. brrrrrrr…!!!.
Hujan masih menemani
perjalanan ini, bersisian dengan ladang sayur dan danau Ranu Pane. Danau ranu
pane adalah danau pertama yang bakal kamu temui sebelum naik ke Sumeru, mirip
telaga tempat pemancingan lebih tepatnya. Rencana kami untuk naik, minimal hingga
ranu kumbolo kami kepoin dah ke warga setempat lansung. Ternyata kita tidak
dapat izin buat naik, karena kawasan sumeru sedang ada pemekaran. Pemekaran ini
berlangsung hingga beberapa bulan, tujuanya adalah untuk memaksimalkan perkembangan
tumbuhan dan hutan disana. Mungkin selama ini hutannya tanaman banyak yang rusak
kali ya huhuhu, kasihan.
Setelah
melewati hampir setengah pinggiran danau kini kita akan memasuki jalan ke ranu
regulo, danau kedua sebelum ranu kumbolo. Dengan alasan tidak dibukanya jalan
untuk naik setidaknya kita sampai disini jadilah.
jalan setapak
disisi ladang-ladang warga ini sudah begitu umum dilewati orang-orang. buktinya
kala kami melewati kawasan ini tetap saja berpas-pasan dengan petani-petani
hingga kelompok warga luarkota sedang piknik disekitar pinggiran danau.
Hujan masih
setia menetesi kepala-kepala kami, dan sampailah kami didanau Ranu Regulo danau
yang cantik dipinggir-pinggirya ada beberapa tenda-tenda pengunjung yang
menyempatkan nginap disini.
Di danau ranu
regulo ini kami merjumpai sepasang suami istri renta, mereka sedang duduk
istirahat dan menjadikan seonggok kayu menjadi unggun api disebuah pondokan
kecil, tampa dinding, beralaskan tanah. mereka berteduh disana kala rintik
hujan masih cukup membasahi. Kami tak lama disini, puas melihat-lihat danau dibawah
rerintik hujan, kami pun bergabung bersama sepasang suami istri itu sedang istirahat
sambil membuat unggun api, api unggun cukup menghangatkan kami. mencoba beromunikasi
dengan pasangan lanjut usia ini. mereka berbicara dengan lancar, tapi satu pun
dari kami tak menegerti karena bahasa yang digunakan bahasa jawa yang tetap
saja tak kami pahami. Ngomong sepotong lalu mereka tretawa, kami senyum-senyum
binggung kemudian kami juga ikut “cekikikan” walau tak tau itu maksutnya untuk
apa…hehe.
Ujan pun tak
kunjung betul-betul reda, kami perlahan beranjak balik keperumahan penduduk
tepat dimana sepeda motor kami diparkir. Menatap tiap setapak langkah petani
desa ini, dipenghujung senja kami pamitan kepada seorang bapak-bapak yang sudah
sudi memberi tempat istirahat buat kami semua.
Alam mulai
kelam, bersama sepeda motor yang kami gunakan. kami kembali menyusuri jalan
aspal diantara ladang sayur warga sekitar, meliuk-liuk indah kadang lereng
pebukitan kadang berbentuk jurang tapi disana tetap saja ada hamparan sayur
mayur yang mengagumkan.
***
Perjalanan
kami selajutnya adalah Batu, kota Malang, kota di Inonesia yang paling terkenal
dengan buah Apel ini. di kota Batu nanti kami akan menemuai…..
Bersambung..
Farieco
Paldona Putra,
Batang
Pasampan, Solok Selatan
klik gambar untuk memaksimalkan tampilan gambar
banyak pedagang dibagian bawah gunung kawah
medan yang hanya ada hamparan pasir
selamat datang di surga negeriku, Indonesia
saya tak bisa berkata-kata saat mengabadikan gambar ini, mata saya tersihir
seakan berada di negeri sihir Harry Potter
Indonesiaku surgaku
Bukit teletubbies melihat bukit-bukit ini secara langsung bikin merinding... cantik sekali
bukit teletubbies ini di Indonesia lho... saat saya ngambil gambar ini saya hanya bisa ternganga-nganga
Bukit teletubbies melihat bukit-bukit ini secara langsung bikin merinding... cantik sekali
bukit teletubbies ini di Indonesia lho... saat saya ngambil gambar ini saya hanya bisa ternganga-nganga
dipingir-pingir jalan ada bungga-bunga yang melambai-lambai cantik mengikuti arah angin
hamparan yang sangat luas, masih nampak sisa-sisa jalan yang kami lewati
negeri hobbit di tanah Indonesia ku
masih di bukit teletubbies Indonesia
menatap surganya INDONESIA Terimakasih Tuhan, bantu kami Menjaganya..
gerbang Utama menuju Danau Ranu Pane
Danau Ranu Pane
saya dan teman-teman latar danau Ranu Pane
Danau Ranu Regulo, danau kedua. berketinggian lebih kurang 2100 MDPL suhu minimal -4 - 25 C
masih danau Ranu Pane
ladang sayur penduduk yang bersusun rapi dan cantik
didaerah ini penghasil sayur-sayur segar, pulang dari sini jangan lupa bawah oleh-oleh sayur ya hehe
hamparan yang sangat luas, masih nampak sisa-sisa jalan yang kami lewati
negeri hobbit di tanah Indonesia ku
masih di bukit teletubbies Indonesia
menatap surganya INDONESIA Terimakasih Tuhan, bantu kami Menjaganya..
gerbang Utama menuju Danau Ranu Pane
Danau Ranu Pane
saya dan teman-teman latar danau Ranu Pane
Danau Ranu Regulo, danau kedua. berketinggian lebih kurang 2100 MDPL suhu minimal -4 - 25 C
masih danau Ranu Pane
ladang sayur penduduk yang bersusun rapi dan cantik
didaerah ini penghasil sayur-sayur segar, pulang dari sini jangan lupa bawah oleh-oleh sayur ya hehe
Senin, 27 April 2015
JEJAK LANGKAH Episode 9 : "Assalamualikum Bromo.."
assalamualaikum.... hay apa kabar para pembaca setia...? "semoga dalam keadaan sehat selalu ya" :) ..
"Selamat memebaca" ^-*
***
Petang masih menyisakan penat dipundak, mungkin karena terlalu lama duduk seharian mengikuti aktifitas teori teknik dikelas. Tiga hari dari hari esok adalah hari libur kami dikantor pusat, ada banyak rencana teman-teman buat mengisi liburan mereka kali ini. dari sekian pilihan, saya lebih tertarik mendengar kata “Bromo”. Yap nama sebuah gunung ter "kecehh"... di Jawa Timur, jelas saya sangat penasaran dengan nama itu.
"Selamat memebaca" ^-*
***
Petang masih menyisakan penat dipundak, mungkin karena terlalu lama duduk seharian mengikuti aktifitas teori teknik dikelas. Tiga hari dari hari esok adalah hari libur kami dikantor pusat, ada banyak rencana teman-teman buat mengisi liburan mereka kali ini. dari sekian pilihan, saya lebih tertarik mendengar kata “Bromo”. Yap nama sebuah gunung ter "kecehh"... di Jawa Timur, jelas saya sangat penasaran dengan nama itu.
Akhir petang itu entah kenapa teman-teman tidak menemukan titik temu
tentang jadi atau tidaknya berangkatan. Alasan utamanya adalah motor yang akan
disewa tidak cukup sebab rencana terlalu mendadak. Alasan lain jumlah kami yang
melebihi ketersediaan motor sewaan, saya mulai lemas atas batalnya keberangkatan
ini.
Malamnya setelah waktu magrib sambil rebahan
melepas rasa penat, dan kembali terbayang tentang Bromo yang gagal berangkat.
Ah mungkin lain kali, mungkin tidak sekarang.
Bagi saya, seorang nan terlahir dari tanah minang Sumatera
Barat yang punya keinginan untuk bisa merasakan berdiri dipuncak gunung bromo
adalah wajar tentunya. Saya selalu kagum dengan keindahan Bromo, atau mungkin
saya terlalu sering ngebaca artikel tentang perjalanan teman-teman disini. baik
dimajalah, Koran, di media sosial, di wab, bahkan di Blogger seperti yang saya
lalukan saat ini.
“Banyak hal yang membuat saya tak berhenti untuk selalu
penasaran tentang perjalanan, tempat-tempat yang baru, dan beragam tipe manusia.
Aku merasakan disetiap tahap itu memiliki Value
tersendiri, antara satu sama lain
memiliki porsi yang berbeda buat dijadikan sebuah cerita dan dokumentasi yang
tak terlupakan sepanjang hidup.”
****
Beberapa waktu berlalu saya yang tengah istirahat, ada
teman yang ngabarin dari Chat Group OJT. Yap… namanya adalah Fiqri, ia adalah
salah satu teman saya cukup bersemangat untuk merasakan dinginnya Bromo. Ia
mengabarkan motor sewaat sudah diperoleh dan dia mengajakin saya untuk bisa
ikut.
“Terus Saya…??? “Ya menolak lah…!!! ” haha…. :D “menolak jika saya
ga boleh ikut” haha.. :D . Okey tampa banyak mikir saya langsung meraih Carrier Orange kesayangan saya, mempersiapkan
segala macamnya. Jacket, pakaian lengkap, sepatu, baju ganti, camera, dan
semacamnya. Malam itu juga tampa perencanaan yang ribet-ribet banget kita berangkat,
bertolak dari Sidoarjo kita akan menuju dataran tinggi yang mungkin banyak
pendaki ataupun backpacker dari Sumatera Barat untuk naik kesini walau hanya
sekali saja hehe, itulah ia Gunung Bromo si cantik yang sering ku pikirkan
hehehe ^-^.
Perjalanan dimulai, Touring
adalah cara kali ini. sepuluh orang kami menggunakan 5 sepeda motor sewaan, malam
itu keberangkatan juga berbarengan dengan rombongan yang lain, jadilah
rombongan gabungan yang cukup banyak, bolehlah kalo mau nyebut ini sebuah
Kompoy mini hehe.
karena nunggu beberapa orang yang terlambat datang buat
ngumpul ditempat yang telah dijanjikan, jam sebelas malam kita baru berangkat.
demi kelancaran perjalanan,salah satu teman bagian depan menggunakan tongkat
lampu polisi sebagai pemberi aba-aba, penunjuk arah dalam gelapnya malam.
Kompoy adalah salah satu cara asik melakukan perjalan yang bisa kamu coba, apa
lagi perjalanan yang akan kamu tempuh itu rutenya jauh serta medan yang tak
normal.
Sesekali hujan menyapa pundak-pundak kami dan menemani
perjalanan kami. Lebih kurang tiga jam perjalanan sepeda motor kita sudah
keluar dari jalan raya, kita sudah memasuki jalan yang membelah pebukitan.
Dalam kelamnya malam mulai terasa suasana pedesaan berbukit dipenuhi
ladang-ladang sayur mayur masyarakat, tercium aroma pertanian dan tanah-tanah
yang subur.
Udara dingin mulai merayu dibalik balik-balik jaket, hawa dingin
ini terasa pasi pada kulit yang kini terlambat merespon, lain dari dinginnya
angin yang seperti menampar mungka saya sejak awal keberangkatan. Sepeda motor
kami satu persatu perlahan melaju naik
ke jalan yang sudah mulai menanjak dan makin menanjak, suaranya makin parau. Dititik
ini sesekali kita akan melihat lereng yang curam ditengah gulitanya malam. tampa
lampu jalanan, medan jalan aspal yang kini tak lagi lebar, semakin menanjak
semaki berhati-hati dan udara semakin dingin.
Tampa terasa kami sudah berada didataran yang cukup untuk
melirik indahnya lampu-lampu rumah penduduk dibawah sana. pepohonan tak lagi
sama, pohon besar-besar sudah menjadi pemandangan baru tahap ini. sesekali saya
naikkan pelipis mata kemudian menengadah kearah langit diatas sana, rupanya ada
bintang-bintang kecil cantik yang diam-diam mengintip perjalanan malam ini.
Setidaknya jika perjalanan ini beneran sampai ke Bromo, bintang itu menjadi
saksinya hehehe.
Pukul empat pagi, kami sampai diarea ketinggian bukit.
dimana disinilah tempat yang umum dimanfaatkan banyak orang buat nungguin waktu
Sunrise yang pas dan bagus. Dan dari sini juga tempat yang paling baik buat
menatap eloknya gunung bromo. Ini lokasi rame banget lho, para pengunjung
berdatangan mungkin dari berbagai macam daerah. Setelah parkiran motor, kami
terus naiki anak-anak tangga tua menuju ke atas mencari posisi nunggin Sunrise
yang paling baik. Dan ternyata bukan main, dilokasi khusus buat pengunjung itu
sudah dipenuhi orang-orang tak ubahnya macam pasar. Penuh sesak, padahal masih
begitu gelap, disela-sela banyaknya orang kami duduk melingkar dipelataran
bebatuan itu. udara dingin masih sangat terasa merasuk hingga kekulit tubuh,
walau baju dan jaket yang saya kenakan tak lagi wajar lapisnya.
Pukul 4:48 wib dari ufuk timur mulai menampakkan segurat
cahaya yang ditunggu-tunggu oleh semua orang disini. perlahan tapi pasti ia muncul dengan menawan, cahaya kuning
keemasan yang masih sangat muda. hanya hitungan detik yang lalu umurnya guratan
cahaya itu. para pengunjung tak henti-hentinya mendokumentasikan moment mahal
itu dari detik perdetiknya, ada yang sibuk ngefoto dan video. Tingkat keindahan
bromo diakuin banyak Negara bisa dilihat dari tingkat jumlah pengunjung orang
luar negeri mendatangi tempat ini.
Nyatanya memang begitu banyak sekali bule disini. Menikmati setiap sudut pesona
negeri ini, termasuk Bromo.
“Assalamualaikum Bromo….” , ya pemandangan alam yang
sedari tadi gelap hitam pekat, tapi kini sang mentari pagi membuka semesta. Gunung
Bromo menyapa didepan mata, menguak bulir-bulir mimpi kecil saya dulu tentang
gunung Bromo, dulu saya hanya bisa lihat dikalender sudut ruangan rumah.
Sungguh cantik ternyata, ini lukisan sang Maha agung yang tak bisa saya
gambarin seperti apa.
Cukup berkabut pagi ini, tapi tidak mengurangi keelokan
salah satu mutiara alam diJawa Timur ini.
Puas berfoto dan mendokumentaskan suguhan alam didepan
mata, perlahan kami turun lagi menuju gunung bromo yang sedari tadi nampak elok
dari kejauhan. Kembali melewati jalan aspal yang tak seberapa lebarnya
berkelok-kelok kokoh diantara lereng terjal, pepohonan pinus menjadi santapan
segar mata kita disesi ini. lama-lama gunung bromo makin dekat makin terasa
pesonanya, “memukau”!!!.
Dibawahnya hamparan padang pasir. Banyak mobil Jib
melintasi padang pasir Bromo. Kendaraan ini betul betul menjadi favorite
disini, sangat cocok dengan medan jalan, kendaraan lainnya juga ada sepeda
motor yang biasa digunakan buat Kross dan yang paling kece adalah kuda. Kuda
sewaan menjadi kesukaan tersendiri bagi banyak kalangan terutama bagi
anak-anak, ibu-ibu dan para wanita yang ingin meyewa kuda dipadang pasir ini.
jalan aspal berakhir ditepi pepasir yang luas, dan sudah mulai terasa panasnya,
pasir yang beterbangan. kita diapit oleh
dataran tinggi yang tak bisa kamu temukan di pulau Sumatera sana kawan.
Gunung bromo tercatat masih aktif dengan ketinggian 2.329
m dpl, letusan terakhir terjadipada tahun 2011. Padang pasir yang luas dan
halus, mempesona. Panas mulai begitu terasa diubun-ubun, kami terus melajukan
sepeda motor yang tersenggal-sengal ban nya saat melewati pepasir yang kadang
dalam.
Kuda menjadi primadona buat para anak-anak yang ingin
naik hingga anak tangga puncak kawah bromo. Umumnya mereka anak-anak dan
ibu-ibu yang ngak kuat buat nanjak. Medan menuju kawah adalah pepasir yang yang
dalam, buat naik kesini kamu bisa milih diantara dua jalur yang ada.
Ada anak
tangga dan ada lereng yang bisa buat ngetrakking. Saya dan rombongan milih yang
jalan lereng pasir, ini tuh jalur yang jika melangkah keatas, kaki kita akan
tenggelam hingga lutut kemudian perlahan-lahan pasir akan menyeret kita kembali
kebawah, ini jalan menyebalkan sebetulnya hahahah… gimana tidak, udah miring,
kaki tengelam dalam pastinya susah buat ngelangkah, terasa berat udah gitu
panasnya juara lagi. Hahaha.
Dan dari atas lereng-lereng kawah paling atas kita bisa
lihat kebawah dengan pemandangan pasir yang subahanallah, keren sekali.
Pengunjung menikmati panasnya jalanan pasir, ramai dan rata-rata kebanyakan
anak muda memeng.
Kami tak lama diatas lereng kawah ini, setelah cukup puas
menatap kecenya hamparan pasir luas hingga kebawah sana, dan mengintip dalamnya
kawah yang masih menyisakan asap-asap balerang yang tak pernah ada kata
berhenti.
Kami turun kembali, dan melanjutkan perjalanan memutari
gunung ini menuju.. Ranu Regulo. Gunung Sumeru.
.........
Bersambung
-Farieco Paldona Putra-
.........
Bersambung
-Farieco Paldona Putra-
klik gambar untuk memaksimalkan tampilan gambar
Rute perjalanan Sidoarjo-Gunung Bromo
ini kami satu rumbongan kecil masih botak-botak semua nih hehe
sang mentari pagi perlahan membuka semesta
mengabadikan moment mahal ini
rame banget uih...
dan kini kecantikannya terpampang didepan mata
mereka ini jauh-jauh datang demi melihat kecenya Negeri kita kawan
keren ga gaesss..... ??*-*
anak-anak tangga buat turun
ini penampakan ke arah lembah.. dalem banget
jalan aspal berkelok diantara penurunan tebing
dan perjalanan turun kita sudah disambut dengan kekokohanya gaess :D
diantara tebing, jalannya penurunan curam..
setiba di padang pasir
selamat datang si anak Batang Pasampan hehe

daaaan,,,,, "satuuu"

duaaaaa........
Tigaaaaaaaaaaaaaaaa.......... haha :D
dan kita sampai disini kawan-kawan

akan menjadi cerita hingga nanti-nanti
kuda menjadi cukup banyak digemari disini
bule dimana-mana
area pasir... buat ngetrakking
pemandangan kebawah. hamparan lereng pasir yang indah bangettttttt... *-*
kereenn...
hamparan pasir, luasnya mungki n berpuluh-puluh Kilo Meter
mereka ini jauh-jauh datang demi melihat kecenya Negeri kita kawan
keren ga gaesss..... ??*-*
anak-anak tangga buat turun
ini penampakan ke arah lembah.. dalem banget
jalan aspal berkelok diantara penurunan tebing
dan perjalanan turun kita sudah disambut dengan kekokohanya gaess :D
diantara tebing, jalannya penurunan curam..
pelan-pelan boy -_-
setiba di padang pasir
selamat datang si anak Batang Pasampan hehe

daaaan,,,,, "satuuu"

duaaaaa........
Tigaaaaaaaaaaaaaaaa.......... haha :D
dan kita sampai disini kawan-kawan

akan menjadi cerita hingga nanti-nanti
kuda menjadi cukup banyak digemari disini
bule dimana-mana
area pasir... buat ngetrakking
cukup jauh, butuh kesabaran yang baik
lereng kawahpemandangan kebawah. hamparan lereng pasir yang indah bangettttttt... *-*
kereenn...
Langganan:
Postingan (Atom)




