Siang ini saya setelah mengelar beberapa komunisi lanjutan bersama beberapa personil kontraktor hingga konsultan terkait progres pengerjaan di project hydro power plan yang saat ini sedang berlangsung. konsentasi saya sedikit teralihkan oleh suara nada dering dari hanphone yang sedari tadi tergeletak di sudut meja setengah tertata itu.
Dari sudut ruang ini gelak tawa si gadis kecil itu mengambil moment, “bi aqilla sudah pulang sekolah ujianya okey semua bi InsyAllah” banyak benget materi yang kita bahas kemarin ada disoalnya”
Sahut si sulung itu dengan semangat empatlimanya. Saya tersenyum seketika nyahut “Alhamdulillah” lalu memujinya “Ciee Anak Hebat!”, dan kami lanjut ngobrol beberapa hal lalu menutup panggilan mengunakan handphone uminya itu.
Tepat dibelakang kursi yang saya duduki ini adalah kaca bening berlatarkan Switch yard system transmisi bertegangan tinggi sebagai jalur kelistrikan menuju rumah-rumah pelangan, (bahkan mungkin terkoneksi kerumah kalian saat ini). dibelakangnya lagi ada lanscape alami hamparan bukit hijau memukau, view ini adalah berwujudan nyata dari apa yang sudah lama sekali saya doakan, saya simpan lama di fikiran dulu. Perlahan saya putar kursi beroda ini lalu melempar pandangan yang jauh ke ujung hamparan perbukitan itu lalu seakan mengambang ditas awan yang menyelimutinya. Baik, oke -Pendidikan-.
Ayo sekejab kita bertime travel ke masa lalu, Dulu .. duluuu..sekali, mungki lebih dari 30 tahun yang lalu, masih terimpan diingatan di masa usia saya yang sangat belia bagaimana saya mengambil momentum pertama saya dalam hal mengenyam yang namanya pendidikan. taukah kamu, kami tinggal didesa yang bisa terbilang desa terpencil. media dan fasilitas belajar yang super super terbatas dan serba manual dan tradisonal. dengan kecepan cahaya saya coba berbalik lagi ke masa hari ini, sangat sangat jauh berbeda bagaimana sistem sarana belajar yang begitu super gampang. saya fikir dengan kemajuan teknologi saat ini sebagai media belajar berfariasi dan serba cepat ini, adalah momentum emas bagi generasi sekarang manikan level pendidikan ke arah yang lebih baik.
Semenjak saya bergelar seorang ayah ada beberapa pola yang betul betul wajib saya distrubsi, berangkat dari posisi saya dulu sebagai seorang anak berbanding saat ini saya sebagai seorang ayah. Terutama soal pendidikan, ada hal yang harus kita perbaiki dari pola masa lalu yang tidak tepat, dimana korelasi antara kita sebagai orang tua dan fase pendidikan anak terutama “pola belajar”. disini saya mencoba menarik hal krusial, yaitu “pentingnya pendampingan dalam proses belajar anak sebagai pondasi mereka mejadi pemimpin dimasa mendatang”, saya tidak mengatakan orang tua zaman dulu jelek dalam hal pendampingan proses belajar anak dimasa emasnya, mungkin ada berbagai faktor yang melatar belakangi hingga fase ini jujur bikin ga maksimal realisasinya.
Balik ketopik, pondasi yang paling utama “hal yang terbentuk di mindset anak adalah apa yang diberikan oleh bapak ibuk nya” bener?. jadi bila generasi itu “hebat” artinya pondasi kopetensi yang di berikan orangtuanya kuat, begitu juga sebaliknya. Sekali lagi saya sampaikan pendampingan maksimal terhadap proses pedidikan anak adalah wajib diterapkan oleh orang tua semenjak usia dini. Semaju apapun teknologi dan media belajar, apabila tidak optimal kita arahkan anak-anak kita maka hasilnya akan berbelok ke sisi gelap dampak kemajuan teknologi yang barang kali kamu tau sendiri bahanya.
Saya mencoba untuk semaksimal mungkin untuk menurunkan ilmu dan pengetahuan saya 100% ke putra dan putri saya. Bahkan 100% ilmu dan pengalaman saya itu akan saya komversikan ke satu juta persen ilmu dan pengalaman terubdate saat ini, lalu itu semua saya kemas, saya “Kadokan” ke semua putra dan putri saya, hehe..
Ya.. begitu totalitasnya niat saya demi membangun pondasi terbaik untuk mereka. doakan ya semoga proses disitrubsi sukses, dan saran saya buat teman-teman semua kalian para orang tua, ayo! temani anak anaknya dalam menjajaki proses pendidikan terbaik masa emas mereka. Saya percaya akselerasi level pendidikan kita akan tercipta karena begitu relevan dengan kemajuan fasilitas teknologi saat ini, guna membentuk pondasi yang kokoh demi peradaban Sumber Daya Manusia Indoensia yang semakin lebih baik lagi .
“Waktu yang bernilai memberikan kita pengalaman,lalu menciptakan dampak yang berarti”
Oleh: Farie
Tidak ada komentar:
Posting Komentar